Liburan, Santri Harus Tetap Berjamaah

Siswa dan siswa MTs/SMA Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten telah usai menjalani aneka ujian, baik ujian lisan, tulisan baik sekolah maupun diniah kitab kuning, pada Ahad, 17 Desember 2017.

Selama kurang lebih 10 hari, tenaga, fikiran dan waktu mereka terforsir untuk menelaah atau memurajaah sekaligus menghafal berbagai pelajaran yang diujikan. Mereka benar-benar tidak bisa banyak bermain sebagaimana hari hari biasanya.

Untuk memberikan refreshing pada mereka, pihak Pesantren memberikan bonus libur selama 17 Desember 2017 s.d. 2 Januari 2018. “Dua tahun liburnya,” ujar Ustadz Ahmad Turmudzi, Kepala MTs Qothrotul Falah saat menyampaikan sambutan jelang kepulangan.

Di rumah, mereka dihimbau untuk memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dan tidak menggunakannya untuk hal-hal yang tidak positif. Karena itu, pondok memberikan berbagai tugas bagi mereka, baik hafalan surah, doa maupun selainnya.

Bahkan, pihak pesantren memberikan berbagai himbauan lainnya. Misalnya, 1) mereka harus tetap menjalankan kegiatan sebagaimana di pesantren seperti jamaah, ngaji al-Quran, dan mutalaah pelajaran.  2) membantu kegiatan orang tua di rumah. 3) bermasyarakat dengan warga sekitar. 4) menjaga akhlak yang mulia. 5) bergaul dengan teman-teman yang baik, sehingga tidak salah pergaulan.

“Ada yang mengatakan, pilihlah teman yang memperhatikan shalatnya. Itu tanda teman yang baik insya Allah. Jangan sampai salah memilih teman. Sayang bangunan akhlak yang sudah ditanam di pondok selama ini,” ujar Koordinatir Majelis Pembimbing Santri (MPS) Nurul H. Maarif.

Bahkan Ustadz Turmudzi menekankan supaya para santri tetap menjalankan jamaah shalat lima waktu saat di rumah. “Khusus yang laki-laki, Shubuh harus berjamaah di masjid dan minta tanda tangan imamnya. Nanti dilaporkan ke pondok,” ujarnya.

Semoga liburan mereka bermanfaat dan tidak dibuang-buang untuk hal hal yang tidak positif.[nhm]