Pesta Demokrasi Santri: Ulum dan Hera Kalahkan Rival-rivalnya

Komisi Pemilihan Santri (KPS) 2018 kembali membuat meriah Pesta Demokrasi di Pondok Pesantren Qothrotul Falah Lebak Banten, dalam rangka pemilihan Ketua Santri baru atau Ketua OPPQ (Organsasi Pelajar Pesantren Qothrotul Falah) Masa Khidmat 2018-2019. Berbagai rangkaian acara yang disusun oleh panitia KPS mulai dari kampanye para kandidat (06/02/2018), Debat Kandidat (08/02/2018), dan diakhiri dengan pemilihan Ketua OPPQ putera-puteri (10/02/2018) berlangsung lancar.

Ajang ini selalu menarik perhatian para santri untuk menentukan pilihannya yang akan menjadi pemimpin santri selama satu periode. Kegiatan yang berlangsung tiap tahunan ini memang menjadi rutinitas di pesantren. Selain memeriahkan acara pemilihan ketua santri baru, juga untuk melatih santri bagaimana menjadi masyarakat yang demokratis.

Santriawan dan Santriawati seolah menantikan setiap rangkaian kegiatan KPS. Ini dibuktikan dari wawancara www.qothrotulfalah.com dengan salah satu santri puteri mengenai pesta demokrasi santri yang baru belangsung meriah.

“Menurut Lia, setiap menjelang pergantian kepengurusan OPPQ pasti disertai dengan suasana yang ramai dan menegangkan. Tapi ajang inilah yang diannti oleh para santri, karena di acara pemilihan Ketua OPPQ yang baru kita benar-benar harus teliti mana calon ketua yang akan kita pilih agar bisa memimpin dan dipimpin. Semoga Ketua OPPQ yang terpilih bisa mengemban amanah,” ujar Lailatunafilah, santri Kelas IX MTs Qothrotul Falah.

Acara yang diakhiri dengan pemilihan Ketua OPPQ putera-puteri masa khidmat 2018-2019 menghasilkan ketua terpilih Fahmi Ulum asal Cikulur dan Dede Herawati asal Cileles. Nama yang tepilih murni hasil dari pemungutan suara para santri, ustadz/ustadzah dan juga seluruh elemen pondok.

“Saya sangat berterima kasih kepada Allah dan seluruh pihak yang sudah mempercayai saya menjadi Ketua OPPQ Putera. Amanah baru ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi saya, karena kadang saya merasa takut tidak bisa mengemban amanah ini. Tapi, semoga dukungan dan kerja sama pengurus dan anggota bisa menjadi semangat buat saya. Doakan saya semoga bisa bekeja nyata bukan hanya berkata,” tutur Fahmi Ulum, Ketua OPPQ Putera terpilih.

“al-Hamdulillah ini menjadi tantangan sekaligus semangat baru bagi saya. Kami akan berusaha semampu dan sebisa kami untuk memberikan yang terbaik untuk pondok tercinta, karena saya tak sendiri, tapi dibantu dukungan dan juga kerja teman-teman saya untuk mewujudkan pondok yang sejahtera. Bagi saya semangat terbesar saat ini adalah jalinan kerja sama yang baik antar pengurus, santri dan juga dewan asatidz/asatidzah,” sambung Dede Herawati, Ketua OPPQ Putri terpilih.

Rangkaian pesta demokrasi yang diselanggarakan setiap tahunnya bukan hanya untuk melatih santri untuk memberikan hak suaranya saja, tapi juga melatih santri untuk memilih dan mendukung calonnya dengan sportif dan tidak menjatuhkan calon yang lainnya. Siapapun yang terpilih, itulah yang terbaik. Jika Allah sudah memilih, maka Allah tidak akan salah dengan pilihan-Nya.[URU]