Dua Ustadzah Ikuti Pelatihan Mubaligh Muda Indonesia

Selama tiga hari, Senin-Rabu, 9-11 April 2018, dua ustadzah yaitu Fitri Aryanti dan Cahyati mengikuti kegiatan Pelatihan Mubaligh Muda Indonesia Berwawasan HAM di Bogor Jawa Barat mewakili Pondok Pesantren Qothrotul Falah Lebak Banten.

Setelah melalui seleksi berkas, wawancara dan pengajuan artikel berwawasan HAM dan Toleransi, kedua Ustadzah yang saat ini masih kuliah S1 Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Serang ini dinyatakan lolos dan ikut serta bersama 28 peserta lainnya dari berbagai latar belakang pendidikan dan dari berbagai wilayah Indonesia.

Kegiatan pelatihan mubaligh muda ini diselenggarakan oleh Nurcholish Madjid Society (NCMS) yang dibina oleh Omi Komaria Madjid, istri almarhum Cendekiawan Muslim Indonesia, Nurcholis Madjid. Program pelatihan ini sudah berjalan sebanyak lima kali dengan jumlah peserta di setiap angkatan sekitar 25 orang.

Pelatihan yang diikuti oleh dua ustadzah Pondok Pesantren Qothrotul Falah ini merupakan pelatihan angkatan ke-6 dengan jumlah peserta lebih banyak dari sebelumnya. Adapun tujuan dari pelatihan ini adalah untuk mengkader atau melahirkan mubaligh-mubaligh muda Indonesia dengan pemikiran yang luwes tantang HAM, Keragaman dan Toleransi.

Kegitan yang dilaksanakan di GG-House Hotel Bogor ini berlangsung selama tiga hari. Rangkaian acara pelatihan ini lebih banyak memberikan ilmu-ilmu mengenai konten. Dalam pembukaan kegiatan, Omi selaku Dewan Pembina dan Muhammad Wahyuni Nafis selaku Ketua NCMS memperkenalkan tentang NCMS dengan berbagai kegiatannya.

Selanjutnya kegiatan diisi dengan berbagai materi yang disampaikan oleh narasumber berkompeten. Diantaranya Training Teknik Komunikasi dalam Bedakwah oleh Sadrah Prihatin Rianto, Wawasan Islam tentang Pancasila sebagai Pandangan Hidup oleh Yudi Latif, Ph.D, Menggali Nilai Toleransi Intra dan Antar Umat Beragama oleh Prof. Azyumardi Azra, Argumen Islam tentang Toleransi, Pluralisme dan HAM oleh Dr. Budhy Munawar Rachman, Menggali Mata Rantai Pemikiran Islam di Indonesia oleh Muhammad Wahyuni Nafis, Wawasan al-Qur’an dan Hadis tentang HAM oleh Dr. Abdul Moqsith Ghazali.

Dari kegiatan pelatihan mubaligh muda ini, Ustadzah Fitri dan Ustadzah Cahyati mendapatkan pengalaman dan ilmu terkait konten dakwah dan teknik-teknik komunikasi dalam berdakwah yang siap untuk ditransformasikan pada santri-santri.

“al-Hamdulillah banyak pengalaman berharga dan penting. Pematerinya bagus-bagus. Dan kontenya nyambung dengan kuliah kita di jurusan Komunikasi Penyiaran Islam,” ujar Ustadzah Fitri.[ayat]