Lagi-lagi MTs dan SMA Juara Cerdas-Cermat Tingkat Kabupaten

Pada Sabtu, 21 April 2018, Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten mengirim santri-santri yang terdiri dari enam regu untuk mengikuti perlombaan cerdas-cermat tingkat SMP/MTs dan SMA sederajat se-Kabupaten Lebak, di Masjid Agung al-A’raf Rangkasbitung. Enam regu tersebut merupakan delegasi dari sekolah, tiga regu delegasi MTs dan tiga regu lainnya delegasi SMA.

Perlombaan yang diadakan oleh Pengurus Forum Komunikasi Remaja Mesjid (FKRML) Kab. Lebak ini merupakan kegiatan tahunan yang rutin diadakan di Mesjid Agung Rangkasbitung menjelang datangnya Ramadhan.

Untuk tahun ini, terdapat 20 Tim tingkat SMP/MTs Sederajat dan 25 Tim tingkat SMA sederajat yang bertanding dalam perlombaan, yang terdiri dari utusan berbagai pesantren dan sekolah unggulan di Lebak. Dalam cerdas cermat tersebut, soal yang dilontarkan kepada para peserta merupakan soal-soal ilmu pengetahuan umum dan agama.

Meski mendapat undangan perlombaan yang cukup mendadak, namun al-hamdulillah atas kerja keras dan semangat belajar santri yang menjadi delegasi setiap regu baik dari Mts maupun SMA, di penghujung acara diumumkan bahwa regu Pondok Pesantren Qothrotul Falah mendapati peringkat 1 dan 2 untuk tingkat SMP/MTs Sederajat & Juara 2 SMA Sederajat.

“Ini menunjukkan kualitas kita tidak kalah dengan sekolah-sekolah unggulan lainnya. Kita tidak perlu berkecil hati,” ujar Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah, KH. Achmad Syatibi Hambaki, bangga sekaligus membesarkan santri-santrinya.

“Untuk SMA, kita hanya kalah di pengetahuan umum dengan SMA Negeri 01 Rangkasbitung. Itu sangat wajar. Namun dengan sekolah lain kita sangat mampu bersaing,” ujar Pembina cerdas-cermar, Agus Faiz Awaluddin.

Menjadi juara dalam berkompetisi dengan banyaknya delegasi dari berbagai sekolah unggulan se-Kab. Lebak merupakan kebanggaan tersendiri bagi para santri yang mengikuti perlombaan tersebut. Dampingan dari Ustadz Agus Faiz Awwaludin saat menjelang perlombaan sampai dilaksanakannya perlombaan juga menjadi semangat lebih bagi mereka.

Dalam proses perlombaan itu, menurut penuturan Misbahuddin dan Asiyah yang menjadi perwakilan MTs Qothrotul Falah, pihaknya banyak melakukan koreksi atas soal atau jawaban panitia yang dinilai kurang tepat.

“Beberapa kami lihat ada yang kurang tepat. Kami sampai maju beberap kali melakukan koreksi,” ujar Misbah, diiyakan Asiyah. “Dan menereka menerimanya,” imbuhnya.

Ini sebentuk keberanian yang patut diacungi jempol. Level mereka yang masih MTs tak canggung mengoreksi panitia saat ada hal-hal yang dinilai tidak pas. Semoga keberanian mereka ini menjadi bekal keilmuan mereka ke depan.[ayat]