Wisuda XIX Tampilkan Hafalan Santri

Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten menyelenggarakan Wisuda Santri XIX, Ahad, 6 Mei 2018 pagi. Selain wali santri, tampak hadir dua Anggota DPR RI Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzili, M.Si. dan Vivi Sumantri Jayabaya, Anggota DPRD Lebak Acep Dimyati, S.E., Ketua Yayasan Wasilatul Falah K.H. Ahmad Rifai, Kepala MTs dan SMA Qothrotul Falah, juga dewan guru.

Ahad merupakan kegiatan puncak dari rangkaian wisuda kali ini, yang diawali dengan Penampilan Seni Santri (Pensi), Sabtu malam Ahad. Berbagai kreativitas santri ditampilkan: tarian, pantomin, puisi, drama dan sebagainya. Masyarakat sekitar juga tampak ramai menyaksikan kegiatan seni yang diiringi pesta kembang api ini.

Di acara puncak, panitia bagian acara menampilkan kegiatan yang lain dari biasanya. Kali ini, panitia menampilkan muhafadhah (hafalan-hafalan santri), untuk disaksikan langsung oleh wali santri dan tamu undangan. Ini tidak biasa dilakukan pada ajang yang sama sebelumnya.

Misalnya, panitia menampilkan murattal al-Quran Surah Ali Imran, bacaan Qiraah Sab’ah Surah al-Waqi’ah, nadhaman Adab al-Thullab, hafalan Taqrib, Mabadi Fiqhiyyah, Awamil, Jurumiyyah, Yaqulu/Nadhm Maqshud dan Imriti. Untuk hafalan nadhaman atau syair-syair, pembacaan diiringi hadrah yang membuat suasana kian ramai.

Banyak pihak merespon positif tampilan yang berbeda ini. Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah, KH. Achmad Syatibi Hambali, misalnya, mengapresiasi tampilan hafalan ini. “Itu baru kelihatan pondoknya. Banyak yang merespon baik tampilan ini. Beberapa kiai juga merespon positif. Ini harus dipertahankan,” ujarnya.

“Yang penting, ke depan kita evaluasi supaya menjadi lebih baik lagi, termasuk soal durasi misalnya, sehingga tidak terkesan monoton,” ujarnya.

Dalam sambutan singkatnya, Koordinator Majelis Pembimbing Santri (MPS) Nurul H. Maarif menyatakan, Pondok Pesantren Qothrotul Falah diakuinya miskin prestasi dalam kegiatan ekstra kurikuler sebagaimana pesantren modern pada umumnya.

“Insya Allah kami lebih mengejar kekayaan pengetahuan, karena inilah yang lebih substansial dari proses pembelajaran di pesantren,” katanya.

Haji Ace, sapaan akrab Dr. H. Ace Hasan Syadzili, M.Si., saat didaulat menyampaikan tausiah menyatakan, saat ini bangsa Indonesia mengalami defisit ulama. “Kita saat ini mengalami zaman inflasi ulama. Insya Allah dengan menyaksikan tampilan hafalan-hafalan santri tadi, kita patut optimis akan lahir santri-santri yang memiliki keilmuan baik. Jadilah pejabat yang menguasai Awamil, Jurumiyah, Imriti atau Alfiyah,” katanya memberikan semangat.

Putera Ulama Besar Banten, KH. TB Rifai Ali Labuan ini, juga berjanji akan membantu mengupayakan beasiswa bagi santri-santri yang diterima di perguruan-perguruan tinggi. Dan untuk tahun ini, al-hamdulillah beberapa alumni telah diterima di perguruan tinggi negeri favorit.

Sedangkan Pengasuh Pesantren, Kiai Ibing, dalam Khutbah Perpisahan, menyampaikan permohonan maaf kepada wali santri jika selama mendidik putera-puteri mereka, pesantren belum mampu memberikan yang terbaik.

“Kami memiliki banyak keterbatasan dan karenanya mohon dimaklumi. Kami hanya berharap, wali santri tidak pernah lelah menyekolahkan atau memondokkan putera-puterinya ke jenjang yang lebih tinggi,” ujar Ketua Majelis Ulama Kabupaten Lebak dua periode ini.

Pada wisuda kali ini, Apriyadi dan Ropiyanah, keduanya asli Cikulur, dinobatkan sebagai wisudawan dan wisudawati terbaik. Dan Ustadzah Nur Jannah, asli Ponorogo Jawa Timur, meraih predikat Guru Teladan 2018.

Selain itu, seperti tahun-tahuun sebelumnya, pada wisuda kali ini juga dilaunching beberapa buku karya sivitas akademika Pondok Pesantren Qothrotul Falah. Kali ini tiga buku karya Nurul H. Maarif yang dilaunching: Samudra Keteladanan Muhammad (Alvabet: 2017), Seruan Tuhan untuk Orang-orang Beriman (Zaman: 2018) dan Menjadi Mukmin Kualitas Unggul (Alifia: 2018).

Usai menjalani prosesi wisuda yang melelelahkan, Ahad malamnya, wisudawan, santri dan para guru langsung menjalani kegiatan wisata ziarah ke Purwakarta, Cirebon dan Tanjung Priok.[nhm]