Duet Kiai Ibing-Kiai Aep Pimpin NU Lebak: “Warga NU Jangan Terkotak-kotak Karena Pilihan Politik”

Gelaran Konferensi Cabang Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (Konfercab PCNU) Kab. Lebak Ke-IX usai diselenggarakan, Sabtu, 12 Mei 2018, di Gedung PCNU Lebak. KH. Ahmad Syatibi Hambali, Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah; dan K. Aep Saifuddin Asy-Syadzili, Pengasuh Pondok Pesantren al-Marjan, terpilih sebagai Rais Syuriah dan Ketua Tanfidziyah Periode 2018-2023.

Kiai Ibing – sapaan akrab KH. Ahmad Syatibi Hambali – dipilih oleh anggota Ahwa, yang terdiri dari KH. Pupu Mahpudin (Ketua MUI Lebak), KH. Wawan Gunawan, KH. Muhammad Mas’ud, dan KH. Ahmad Izzuddin. Kiai Ibing yang dari awal tidak ingin dinominasikan sebagai Rais Syuriah, tidak bisa mengelak ketika seluruh anggota Ahwa menunjuk dirinya. Ketua MUI Kab. Lebak dua periode itupun menerima dengan segenap beban di pundaknya.

“Ya, saya dari awal selalu merasa belum layak menjadi Rais Syuriah. Keilmuan saya tidak seberapa. Pengalaman saya juga tidak banyak. Masih banyak tokoh lain yang lebih pantas. Namun saya tidak bisa berbuat apa-apa, ketika Ahwa yang menjadi representasi MWC menunjuk saya. Saya hanya berharap pertolongan Allah dan dukungan sari semua pihak. Semoga NU kian baik ke depan,” ujar Kiai Ibing.

Pemilihan anggota Ahwa sendiri dilakukan oleh 28 Majelis Wakil Cabang (MWC) NU dari seluruh wilayah Kab. Lebak. Masing-masing MWC menunjuk lima nama calon Ahwa. Dan Kiai Ibing meraih 23 suara, Kiai Pupu meraih 23 suara, Kiai Wawan meraih 17 suara, Kiai Izzuddih meraih 9 suara dan Kiai Mas’ud meraih 7 suara.  

Sedangkan untuk posisi Ketua Tanfidziyah, hanya ada dua nama calon yang muncul. Kiai Aep Saifuddin Asy-Syadzili dan KH. Ali Suudi. Kiai Aep meraih suara mayoritas, 22 suara, dan Kiai Suudi meraih 6 suara. Selisihnya cukup jauh. Kiai Aep sebagai representasi NU muda, yang juga santri Almarhum KH. Ilyas Ruchiyat Cipasung, leading dengan mudah.

Usai terpilih secara mayoritas, Kiai Aep menyampaikan rasa terima kasihnya pada MWC yang memberinya kepercayaan berat ini. Insya Allah, ke depan, pihaknya akan melakukan pembenahan NU dalam berbagai sisinya, baik keorganisasian, program maupun jejaring dengan pihak luar.

NU Lebak, katanya, ke depan harus kaannahum bunyan marshus (laksana bangunan bertingkat/tersusun) yang saling menguatkan antar komponennya. “NU juga harus bersinergi dengan pemerintah,” ujarnya.

Selain itu, Kiai Aep berharap, NU di Lebak harus menjadi rumah besar yang nyaman bagi warga nahdhiyyin. “Saya ingin warga NU tidak terkotak-kotak karena perbedaan pilihan politik,” katanya.

“Dan ini sudah ditunjukkan melalui proses pemilihan Ketua Tanfidziyah hari ini, yang dilakukan dengan penuh kekeluargaan sebagai ciri khas warga nahdhiyyin,” katanya gembira.

Tak lupa, Kiai Aep juga memohon dukungan dari seluruh keluarga besar warga nahdhiyyin, baik para sesepuh maupun kaum mudanya. “Saya sampaikan permohonan agar semuanya mendoakan dan membimbing saya dalam menahkodai PCNU Lebak lima tahun ke depan. Dan ayo kita bersama-sama bergerak untuk NU,” pintanya berharap.

Melihat hajatan NU ini berjalan lancar dan aman, Ketua Panitia Konfercab IX ini, Ade Bujhaerimi, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. “Tanpa kerja sama dari semua pihak, hajatan kita tidak akan berjalan lancar,” ujar Ketua KPID Prop. Banten ini.

Pada Konfercap ini, tampak hadir Ketua PWNU Propinsi Banten, Prof. Dr. KH. Soleh Hidayat, Rais Syuriah Demisnoner PCNU Lebak KH. Muhammad Mas’ud, Ketua Tanfidziyah Demisioner PCNU Lebak H. Anda, PJs Bupati Lebak Ino S. Rawita, Mantan Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya, Bupati Lebak Non-aktif Iti Octavia Jayabaya, para kiai, aktivis banom-banom NU dan sebagainya.[]