Taswiran Diniah Kian Semarak

Setiap tahun, secara rutin, Madrasah Diniah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Qothrotul Falah menyelenggarakan ihtifal atau wisuda. Dalam tradisi Banten, kegiatan ini biasa dikenal dengan taswiran. Untuk tahun ini, ihtifal diselenggarakan pada Ahad, 13 Mei 2018.

Tidak kurang 130 siswa-siswi yang turut serta dalam kegiatan ini. Mereka tampil di atas panggung yang megah menyampaikan aneka hafalan; doa, surat al-Qur’an, pidato dan sebagainya. Sedangkan untuk tahun ini, yang diwisuda sejumlah 29 siswa-siswi.

“Untuk tahun ini, kita bagi menjadi dua gelombang, sore dan malam, mengingat banyaknya peserta yang turut serta. Kalau hanya dilakukan malam hari, dini hari baru selesai acara dan kurang efektis,” ujar Kepala MDTA Qothrotul Falah, Dede Saadah.

Selain kegiatan hafalan, ditampilkan juga aneka kesenian. Ada yang menyuguhkan tarian, nyanyian, marawis, fashion show dan lain sebagainya. Melihat penampilan putera-puterinya, para wali siswa yang membludak itu tampak gembira. Sesekali mereka menebarkan uang saweran sebagai tanda syukur atas hafalan-hafalan dan tampilan-tampilan mereka. Inilah khas taswiran: saweran.

Mewakili Pondok Pesantren Qothrotul Falah, Koordinator Majelis Pembimbing Santri (MPS) Nurul H. Maarif menyatakan dalam sambutannya, hafalan menjadi bagian penting dalam proses menuntut ilmu.

“Ada yang menyatakan, hafalan buyar tanda tak pintar. Hafalan itu menjadi kunci pengetahuan. Tiada ilmu tanpa dihafalkan,” ujarnya.

Nurul, sapaan akrabnya, juga meyakinkan pada wali siswa untuk terus mensupport putera-puterinya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. “Pengetahuan itu diraih dengan ketekunan, bukan keturunan. Doakan dan dorong mereka. Mereka punya hak untuk menjadi orang-orang yang pandai, siapapun dan dari latar belakang apapun orang tuanya,” katanya.

Katanya, dengan ketekunan dan kesabaran, harapan atau asa menjadi orang-orang yang berilmu akan tercapai. “Dengan kesungguhan, yang jauh menjadi dekat dan yang tertutup menjadi terbuka,” ujarnya.

Sedangkan Kepala MDTA Qothrotul Falah, Dede Saadah, menyatakan terima kasihnya kepada wali siswa yang berkenan menitipkan putera-puterinya di lembaga yang dikelolanya.

“al-Hamdulillah, sekolah ini kian hari kian banyak yang berminat. Jumlah siswa-siswinya terus bertambah. Ini menunjukkan tingkat kepercayaan yang tinggi masyarakat pada lembaga yang kami kelola. Dan tentu saja, ini menjadi tantangan bagi kami semua untuk mengelolanya lebih baik lagi,” ujar Puteri Kedua Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah ini.

Tak lupa, Dede Saadah juga mengharapkan peran serta wali siswa untuk bahu-membahu membesarkan lembaga yang dipimpinnya. “Mari kita saling bekerja sama. Ajak anak-anak yang ingin belajar agama ke tempat kami. Insya Allah kami akan bina mereka dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggungjawab,” katanya.

Namun demikian, sebagai lembaga pendidikan yang baru beberapa tahun berdiri, Dede Saadah mengakui, lembaganya masih memiliki banyak kekurangan di berbagai sisinya.

“Insya Allah kami akan terus berbenah. Karena itu masukan dari wali siswa sekalian menjadi penting bagi kami ke depan,” harapnya.

Di akhir acara, dibacakanlah yudisium dan siswa-siswi berprestasi. Mereka diberikan hadiah ala kadarnya, untuk memberikan support semangat bagi mereka.[nhm]