Manfaatkan Media Sosial sebagai Ladang Dakwah

Pengelola Pondok Baca Qi Falah memanfaatkan Ramadan untuk aneka kegiatan perpustakaan. Misalnya, Minggu, 27 Mei 2018, sejumlah 25 santriawan dan santriawati Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten mengikuti kegiatan diskusi.
 
Dijelaskan oleh Pembina Pondok Baca Qi Falah, M. Eman Sulaiman, tema yang diusung pada kegiatan kali ini adalah Ngabuburit Bareng Qi Falah. Pembicaranya Bang Eman – sapaan akrab M. Eman Sulaiman – sendiri.  

Menurut Bang Eman, pada kesempatan diskusi itu, para santri mendapatkan pengetahuan terkait peran santri di era media sosial yang kian melekat pada generasi millenial. Santri harus bisa memanfaatkan medis sosial sebagai sarana dakwah.

“Media sosial harus dikuasai oleh para santri. Dunia dakwah harus merambah ke semua lini, termasku media sosial. Apalagi di media sosial, jutaan orang berkumpul. Ini menjadi ladang dakwah yang penting bagi para santri. Untuk itu santri tidak boleh kuper dengan media sosial,” ujar Bang Eman.

Bang Eman juga menyatakan, santri harus memiliki peran penting dalam pengelolaan media sosial untuk mengawal dan juga melawan penyeberan berita hoax (palsu), ujaran kebencian (hate speech), fitnah, dan aneka berita buruk lainnya, yang selama ini beredar kencang di media sosial.

“Santri kan punya landasan referensi buku bacaan dan kitab kuning yang baik, makanya santri punya kekuatan yang lebih untuk berdakwah di media sosial,” ujarnya.  

Dilaksanakan pada Ramadan, kegiatan ini diakhiri dengan buka bersama bareng Pengurus Pondok Baca Qi Falah dan beberapa guru, termasuk Pembina Tahfidh Ustadz Muhammad Yusuf.

Semoga saja, kegiatan seperti ini memberikan masukan yang baik bagi para santri terkait kesadaran pentingnya menguasai dunia media sosial sebagai ajang menyebarkan dan menebarkan kebaikan.[ES]