Kedepankan Tahfidh al-Qur’an dan Kitab Kuning

Mempersiapkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Tahun Ajaran 2018-2019, Pengelola Pondok Pesantren Qothrotul Falah telah melakukan berbagai langkah strategis, termasuk mengadakan rapat dewan guru pada Ahad, 9 Juli 2018. Rapat yang diselenggarakan di Pondok Baca Qi Falah ini diikuti oleh lebih 25 guru pesantren.

Diantara yang hadir, Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah KH. Achmad Syatibi Hanbali, Kepala SMA Qothrotul Falah KH. Abdurohman, M.Pd., Kepala MTs Qothrotul Falah Ahmad Turmudzi, M.Pd., Koordinator Majelis Pembimbing Santri (MPS) Nurul H. Maarif, Bendahara Bunda Dede Saadah, dan sebagainya.

Banyak tema pokok yang dibicarakan dengan serius selama rapat yang berlangsung sehari semalam dan dipimpin Koordinator MPS itu. Misalnya, penetapan kalender pendidikan setahun ke depan, persiapan penyambutan santri baru, persiapan KBM SMA/MTs dan Diniah, ekstrakurikuler, keamanan, penanganan santri, kepengurusan dan banyak lagi.

Diantara isu terpenting yang diulas adalah rencana pesantren memberikan perhatian yang lebih intensif lagi untuk program tahfidzh atau hafalan al-Qur’an dan program pengajian kitab kuning. Bagi pesantren, dua program ini menjadi agenda kunci yang akan dikedepankan.

Ke depan, insya Allah Pondok Pesantren Qothrotul Falah lebih mengedepankan nilai-nilai yang substansial, bukan yang artifial seumpama ekstrakurikuler. “Yang terpenting diantara program yang diselenggarakan adalah tafhfidh al-Qur’an dan kitab kuning. Yang lain sifatnya hanya hiburan saja, termasuk ekstrakurikuler,” ujar Nurul H. Maarif.

“Dan untuk mengarah pencapaian yang maksimal dua agenda besar ini, seluruh komponen pesantren harus bekerja keras, cerdas dan ikhlas. Insya Allah hasil yang maksimal akan kita raih dan kepercayaan masyarakat semoga kian baik,” ujarnya.

Pengasuh, KH. Achmad Syatibi mengingatkan kepada seluruh guru untuk kompak dan tidak mengendorkan semangat. “al-Hamdulillah tiap tahun kita mengalami perbaikan. Namun kita tidak boleh terlena. Masih banyak pekerjaan rumah di depan yang patut diselesaikan. Dengan kerja sama bahu-membahu, insya Allah semua akan berjalan secara maksimal dan mendapatkan hasil terbaik,” ujarnya.

Melihat perkembangan yang ada selama ini, Pengasuh menunjukkan sikap optimismenya terkait perkembangan lembaga yang dipimpinnya. “Insya Allah kita tidak kalah saing dengan lembaga-lembaga lain. Dengan berbenah, kita akan mendapatkan yang terbaik,” sambungnya.

Selesai rapat persiapan, guru-guru mengadakan refreshing ke Pantai Carita untuk menghilangkan penat. Mereka menginap semalam di sana sembari bakar-bakar ikan. Semoga kebersamaan antara guru bisa terjalin dengan baik, sehingga upaya mewujudkan pesantren yang diminati masyarakat bisa lebih mudah terwujud.[nhm]