Nikmati Hidup di Pondok untuk Belajar!

Masa Bimbingan Santri (MABIS) Santri Baru Pondok Pesantren Qothrotul Falah Tahun Ajaran 2018-2019, diselenggarakan Senin-Rabu (16-18 Juli 2018) dan akan disambung kegiatan Pramuka Perkenalan Santri Baru (PPSB) Jum’at-Sabtu (19-20 Juli 2018).

MABIS dibuka secara resmi oleh Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah, KH. Achmad Syatibi Hambali, Senin, 16 Juli 2018. Bertempat di Majelis Putera, pembukaan ini dihadiri oleh jajaran dewan guru dan seluruh santri.

Dalam arahannya, Kiai Ibing – sapaan akrab Pengasuh – menyatakan, di hari-hari pertamanya, sudah menjadi permakluman bersama jika ada saja santri baru yang menangis galau, karena masih belum bisa beradaptasi dengan lingkungan barunya.

“Santri baru menangis itu boleh saja. Itu wajar kok. Berat berpisah dengan orang tua misalnya. Yang penting jangan pulang. Insya Allah sejak hari ini semua akan betah di pondok,” katanya.

Kiai Ibing, yang juga Rais Syuriah PCNU Kab. Lebak ini lalu mengingatkan pentingnya menata niat dan memantapkan tujuan datang ke pondok. Dikatakannya, santri yang datang ke pesantrennya bukanlah untuk bermain-main, melainkan dalam rangka menjalankan ketaatan pada orang tuanya.

Orang tua, ujarnya, mengharapkan putera-puterinya menjadi saleh/salehah. Menurutnya, cira-cita itu tak mungkin terwujud tanpa bekal ilmu. “Kalian datang ke pondok bukan karena meninggalkan orang tua, tapi karena kalian sayang sama mereka. Mereka ingin kalian punya martabat yang tinggi dan berguna bagi masyarakat,” katanya.

“Karena ilmu itu harus dicari dan dipelajari, maka harus tanamkan niat dalam hati untuk mencari ilmu. Tidak ada niat yang lain,” imbuhnya.

Dikatakan Ketua MUI Lebak dua periode ini, jika niat yang ditanamkan dalam diri santri adalah mencari ilmu, maka di manapun mereka berada tidak akan terjadi kendala. “Kalian akan betah. Nggak mungkin di rumah saja dan harus keluar. Salah satunya ya belajar di Pondok Pesantren Qothrotul Falah,” ujarnya.

Terkait kegiatan di lembaga yang dipimpinnya, para santri diberikan keleluasaan memilih kegiatan apapun di luar yang utama, pengajian kitab kuning, pengajian al-Qur’an dan sekolah formal. “Insya Allah di pondok ini guru-guru kita siap semua. Mau kitab, tahfidz, menulis, dll,” katanya.

Pengasuh juga berpesan, seluruh penghuni pesantren adalah keluarga dan saudara. “Jangan ragu. Kalau ada kesulitan bilang. Datang ke ustadz atau ustadzah. Ini pondok kita semua. Insya Allah guru-guru akan menjadi pengganti orang tua. Semua saudara dan tidak perlu ada yang ditakuti,” katanya lagi.

Tak lupa, Pengasuh berpesan kepada seluruh santri untuk enjoy belajar di pesantren. Tidak menjadikan tegang apalagi stress. “Nikmatilah pondok ini dengan semangat belajar. Kalau niatnya benar dan tekun, kalian pulang akan membawa ilmu, insya Allah,” katanya.
 
Selain sambutan Pengasuh, rangkain kegiatan Mabis lainnya adalah penyampaian materi kepesantrenan, sejarah pesantren, pengalaman hidup di pesatren, juga penyampaian materi kesehatan oleh Tim Medis RS Misi Rangkasbitung. Diagendakan, Direkturnya langsung yang memberikan materi.[nhm]