Menjalin Keakraban Melalui Perkemahan

Diantara rangkaian Masa Bimbingan Santri (MABIS) Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten, adalah Perkemahan Perkenalan Santri Baru (PPSB), Jum’at-Sabtu, 20-21 Juli 2018, yang diselenggarakan di lapangan belakang pesantren.

Kegiatan ini diselenggarakan secara rutin tiap tahun. Tujuannya untuk saling mengakrabkan antara santri lama dengan santri baru. “Melalui kegiatan ini, insya Allah santri lama dan baru bisa lebih saling mengenal satu dengan lainnya,” kata Ustadz Agus F. Awaluddin, Pembina Pramuka Pondok Pesantren Qothrotul Falah.

“Kegiatan ini juga akan melatih kehidupan yang mandiri bagi para santri,” ujarnya.

Dalam pramuka ini, banyak kegiatan diselenggarakan. Baik game-game hiburan, materi maupun api unggun yang diisi berbagai pentas seni santri. “Insya Allah, kegiatan seperti ini tidak akan mengganggu keberagamaan kita. Ini hanya hiburan. Jangan terpengaruh dengan pandangan-pandangan yang kaku di luar sana,” ujarnya.

Dalam pembukaan, Mabigus Kiai Aang Abdurohman menyampaikan beberapa himbauan penting. “Bagi santri baru, ini hanya kemah perkenalan. Tidak ada perpeloncoan. Ini hanya hiburan biasa. Adik-adik jangan kaget,” ujar Kepala SMA Qothrotul Falah ini

Putera Pertama Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah ini juga berharap, karena sifatnya hiburan, maka kegiatan pramuka ini tidak boleh membuat peserta tegang apalagi stress.  “Bagi yang tidak kuat fisik atau sakit, silahkan bilang saja. Sekali lagi ini hanya hiburan,” ujarnya.

Selain hiburan, tentu saja ada nilai-nilai latihan kemandirian yang ditanamkan. “Karenanya santri tidak boleh bawa kasur atau samak dari kamar. Nanti bisa kotor dan nggak keurus. Dan santri baru tidurnya di kamar seperti biasa. Calon bantara dan bantara saja yang tidurnya di lapangan,” katanya lagi.

Pada kegiatan penyalaan api unggun, tampak hadir para alumni Pondok Pesantren Qothrotul Falah. Mereka ingin memberikan semangat pada para santri yang tengah menyelenggarakan pramuka.

“Penyalaan api unggun bukan untuk menyembah api seperti ajaran Zoroaster. Api unggun hanya untuk menghindarkan kita dari serangan binatang buas. Itu filosofinya dalam dunia pramuka. Karenanya tidak perlu dikaitkan dengan pandangan-pandangan aneh di luar sana,” ujar Ustadz Agus dalam pengantar penyalaan api unggun.

“Api unggun juga melambangkan kesemangatan. Santri baru adalah bagian dari keluarga kita. Dengan bersama kita akan menjadi kuat. Kita memang harus selalu bersama. Ibarat sapu lidi. Ketika kita ingin membersihkan sampah, maka harus dengan banyak lidi. Tidak cukup hanya dengan satu lidi,” ujarnya.

Semoga, katanya, kegiatan ini menjadi ukhuwwah islamiyyah sebagai bagian dari semboyan pesantren.  Dan semoga semua berjalan dengan lancar dan aman. Semua sehat dan sukses.[nhm]