Ke Depan Harus Lebih Baik Lagi

Untuk menyiapkan sekaligus mematangkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Pondok Pesantren Qothrotul Falah Lebak Banten, pengelola mengadakan rapat gabungan guru pondok dan guru MTs/SMA, Sabtu, 21 Juli 2018.

Bertempat di Pondok Baca Qi Falah, hadir Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah  KH. Achmad Syatibi Hambali, Kepala MTs Ahmad Turmudzi, M.Pd., Kepala SMA Abdurohman, M.Pd., Koordinator Majelis Pembimbing Santri (MPS) Nurul H. Maarif, dan banyak lagi.

Rapat awal tahun ini diniatkan sebagai ajang silaturahim sekaligus halal bi halal antar guru. Juga sebagai sarana pendistribusian tugas mengajar dan mata pelajaran.

Dalam sambutannya, Pengasuh menyampaikam rasa terima kasihnya yang mendalam pada semua guru, baik yang hadir maupun yang berhalangan.  

“Saya bahagia, berkah perjuangan Bapak/Ibu, kita masih mendapat kepercayaan masyarakat, bahkan lebih dari tahun tahun sebelumnya,” ujarnya.

“Buktinya adalah besarnya perhatian masyarakat, sehingga rela menitipkan anak-anaknya di sini. Itu tak lain karena perjuangan Bapak/Ibu. Pertemuan dengan mereka lebih banyak dilakukan oleh Bapak/Ibu dibanding dengan saya,” sambungnya.

Pengasuh berharap, semoga semua ini menjadikan Pondok Pesantren Qothrotul Falah lebih baik lagi ke depan. “Sekarang saya lebih percaya diri. Berani ngomong ke masyarakat. Pasalnya produk Bapak/Ibu itu tidak kalah dengan sekolah-sekolah lain. Hasil OSN juga tidak kalah untuk Kimia dan Geografi. Dari sekian banyak sekolah, kita masih mendapat juara,” katanya bangga.

“Semoga pelajaran-pelajaran yang lain tidak kalah. Harus juga ikut bersaing,” sambungnya lagi.

Atas semua perjuangan semua ini, terima kasih yang tak terhingga dan sedalam-dalamnya disampaikan pada semua unsur guru yang telah mendidik dan membina anak-anak, sehingga kepercayaan masyarakat yang lebih luas terus tumbuh.

“Semoga yang Bapak/Ibu lakukan menjadi amal baik. Dan Bapak/Ibu harus memberikan masukan supaya pesantren ini ke depan lebih bagus kualitasnya,” katanya berharap.

Pengasuh mengakui, di pesantren yang dipimpinnya, ada beberapa tipe santri yang datang. “Ada santri yang datang untuk sekolah. Ada yang fifty-fifty. Ya sekolah ya mondok. Ada yang mau mondoknya saja. Semua harus dilayani sebaik-baiknya. Mau dibawa ke mana mereka, semua tergantung kita. Harapan saya, pondok bagus dan sekolah bagus. Dan semua ini tak mungkin tanpa peran Bapak/Ibu. Harus seimbang antara sekolah dan pondoknya,” harapnya.

Ke depan, guru-guru harus punya target supaya anak berhasil. Akhlaknya bagus. Kemampuan intelektualnya bagus. Ini bukan hal mudah. “Insya Allah bisa. Sebab orang lain juga bisa. Pondok dan sekolah yang bagus kan karena hasilnya,” katanya optimis.

Pengasuh juga berharap, guru-guru harus punya motivasi supaya anak bisa mengerti apa yang disampaikan. Tidak boleh hanya asal ngajar. “Biar mudah dicerna anak, saat ngajar kita harus ikhlas. Biar kita dapat pahala dari Allah karena yang kita urus itu hamba hamba Allah. Allah yang akan menghitungnya,” ujarnya.

Karena itu, lagi-lagi pengasuh menyampaikan terima kasih yang tak terhingga pada para guru atas kesediaan mereka membantu kelangsungan KBM pesantren. “Bukan berarti membantu itu nggak bertanggung-jawab ya! Semoga dengan dukungan ini, pesantren lebih dipercaya lagi oleh masyarakat,” katanya.

Usai tausiah pengasuh, secara bergiliran Kepala MTs dan SMA menyampaikan program ke depannya. Lalu disambung makan siang bersama.[nhm]