Milad Ke-27: Harapan Meraih Dua Kebahagiaan

Memperingati Milad Pondok Pesantren Qothrotul Falah ke-27, Organisasi Pelajar Pondok Pesantren Qothrotul Falah (OPPQ) menyelenggarakan berbagai agenda. Bertempat di Lapangan Qothrotul Falah, kegiatan ini diselenggarakan pada Kamis, 2 Agustus 2018 malam.
 
Tampak hadir dewan guru, para pengurus santri dan para santri. Dihelat dengan sederhana, acara tahunan ini terlihat khidmat, namun tidak mengurangi keseriusan substansinya.

Dalam sambutan sekaligus tausiahnya, Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah, KH. Achmad Syatibi Hambali, mengungkapkan rasa harunya atas penyelenggaraan kegiatan ini.  

“Saya sendiri lupa dengan milad pondok. Dengan kepedulian semua pengurus, guru, dan santri, sekalipun diselenggarakan dengan sederhana, saya jadi terharu pada acara ini. Mudah-mudahan, apa yang dilakukan oleh semuanya dicatat Allah sebagai amal kebaikan,” ujar Rais Syuriah PCNU Kab. Lebak ini.

“Semoga semuanya mendapatkan balasan terbaik dari Allah. Semoga juga, semuanya diberikan ilmu bermanfaat dan menjadi anak yang saleh dan salehah,” imbuhnya.

Kiai Ibing – sapaan akrabnya – tidak menyangka pada kepedulian seluruh komponen pesantren terkait kelahiran lembaganya ini. “Saya bangga dan terharu, ternyata anak-anakku, baik santriawan maupun santriawati, kepeduliannya pada pondok ini sangat tinggi. Santri dan guru betul-betul merasa memiliki pondok ini. Tidak ada kata selain ucapan terima kasih pada semuanya, yang telah menggagas acara ini,” katanya.

Ketua MUI Kab. Lebak dua periode ini juga berdoa, semoga seluruh santri yang belajar di pesantrennya kelak menjadi orang-orang yang bermanfaat. “Semoga anak-anakku kelak menjadi orang-orang yang berbakti pada Allah, mengabdi pada orang tua dan mengabdi pada masyarakat,” doanya.

Kiai Ibing lalu menceritakan sejarah perjalan Pondok Pesantren Qothrotul Falah panjang lebar, yang diawali dari peran penting ayahandanya, KH. Hambali mendirikan lembaga ini. Secara filosofis, lembaganya diberinama qothrotul falah, dengan harapan lembaga ini akan memberikan jalan kebahagiaan bagi santri.

“Qothroh itu artinya tetesan. Sedangkan al-Falah itu maknanya al-sa’adah fi al-darain, kebahagiaan dunia dan akhirat. Insya Allah anak-anakku kelak akan mendapatkan dua kebahagiaan ini,” ujarnya.

Tak lupa, Pengasuh juga berdoa, semoga kelak lembaganya mampu terus berbenah menjadi lebih baik lagi dan lebih baik lagi. “Milad pondok juga mudah-mudahan ke depan lebih baik dan besar lagi,” katanya.

Usai tausiah Pengasuh, acara dilanjut dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol perayaan milad ini dan penampilan seni shalawat. Semoga saja, harapan-harapan terbaik untuk kemajuan pesantren pada Milad Ke-27 ini terkabul. Amin! [nhm]