Ustadz Agus Ikuti Workshop Sunat Perempuan

Selama dua hari, Rabu-Kamis, 12-13 Desember 2018, Guru Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten, Ustadz Agus Faiz Awaluddin, mengikuti Workshop Penajaman Konsep Note Pendidikan untuk Penghapusan Pelukaan/Pemotongan Genitalia Perempuan (P2GP).

Bertempat di Hotel Grand Sahid Jakarta, kegiatan ini diselenggarakan oleh Komnas Perempuan. Peserta yang hadir berasal dari unsur Pemerintah seperti Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Juga unsur Majelis Ulama Indonesia (MUI). Peserta juga datang dari unsur perwakilan organisasi kemasyarakatan, pesantren, peneliti, akademisi dan tokoh agama.

Tujuan kegiatan ini, adalah 1) Sosialisasi Konsep Note Pendidikan Penghapusan praktik P2GP yang telah dirumuskan oleh Komnas Perempuan bersama Tim Penulis dari Pakar Kesehatan, Kemenag, dan Kemdikbud; 2) Menghimpun masukan-masukan dari pemangku kepentingan yang lebih luas untuk menghasilkan konsep note yang lebih komprehensif; 3) Membangun kesepakatan bersama para pemangku kepentingan dalam upaya penghapusan praktek P2GP di Indonesia.

Sedangkan hasil yang diharapkan, adalah: 1) Workshop dihadiri oleh pemangku kepentingan yang terkait seperti, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, KPPA, MUI, Ikatan Dokter Indonesia, Ikatan Bidan Indonesia, para ahli, serta organisasi masyarakat yang konsen dengan isu P2GP.

2) Ada pembahasan konsep dari para pakar dan peserta workshop yang menghasilakan masukan untuk penyempurnaan konsep note; 3) Terbangunnya kesepakatan atau komitmen bersama para pemangku kepentingan dalam upaya penghapusan praktek P2GP di Indonesia.

Workshop ini merupakan tindak lanjut dari hasil penelitian PPSK UGM dan Komnas Perempuan baik secara kualitatif maupun kuantitatif mengenai P2GP di sepuluh propinsi di Indonesia yang hasilnya sudah diseminarkan pada 2017.
 
Komnas perempuan menilai, bahwa dalam perspektif hak asasi perempuan, praktik P2GP merupakan salah satu pelanggaran hak asasi perempuan dan pelanggaran hak-hak seksual dan reproduksi, karena praktik ini dapat membahayakan kesehatan.

Mendapat kesempatan mengikuti kegiatan ini, Ustadz Agus menyatakan: “al-Hamdulillah bisa mengikuti kegiatan tersebut. Ini merupakan bagian dari upaya menambah wawasan dan keilmuan terkait P2GP atau kalau istilah di sini itu sunat perempuan.”[red]