Walau di Rumah, Tunjukkanlah Karakter Santri!

Usai menjalani Ujian Lisan dan Ujian Akhir Smester (UAS) Ganjil Tahun Ajaran 2018-2019 selama dua pekan, santri-santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten menjalani masa-masa liburan, sejak 23 Desember 2018 s.d. 5 Januari 2019.

Sebelum mereka dipulangkan ke daerahnya masing-masing pada Ahad, 23 Desember 2018, mereka diberi nasihat atau tausiah oleh putera pertama Pengasuh, KH. Abdurohman, M.Pd., pada malam Ahadnya.

Dalam tausiahnya, beliau menyampaikan beberapa pesan. Pertama, hendaklah santri menunjukkan citra pesantren.

“Di rumah tunjukin sifat sebagai santri, bukan sifat sebelum jadi santri. Ukurannya akhlak, bukan nilai ujian. Akhlak kesantrian nempel apa tidak. Kalau tidak nempel, itu masih dipertanyakan. Tujuan ke pondok apa? Untuk memperbaiki diri atau bukan?” tanyanya.  

Kedua, hendaknya para santri di rumah tidak banyak tidur atau nonton terus. “Apalagi pakai alasan di pondok tidur susah atau tidak menemukan bantal enak,” ujarnya.

Ketiga, hendaknya para santri mengisi liburan dengan hal-hal yg positif. “Boleh liburan keluarga. Jangan liburan sama kawan-kawan lain, karena biasanya kluyuran ke mana-mana. Tidak ingin kami dapat telpon dari orang tua, kalian tidak ada di rumah karena alasan main ke pondok, padahal nggak ada di pondok,” pesannya.

Keempat, hendaknya santri banyak menjalankan ibadah atau ritual. “Jangan sampai pulang ke rumah, shalat lima waktu saja tidak. Terutama yang putra, sudah bisa dilihat. Kalau yang puteri insya Allah aman. Tugas orang tua mengingatkan. Kalau ada yang nggak shalat, dia belum menerapkan kesantriannya,” katanya.

Dan sebelum perpulangan, para santri diwajibkan menyetorkan hafalan, semisal hafalan surat-surat pendek atau juz amma, surat-surat pilihan, doa-doa, syair-syair kitab dan selainnya. Di rumahpun, mereka diberi tugas menghafalkan ayat atau doa-doa tertentu.[nhm]