Sosialisasikan Pemilu, KPU Lebak Goes to Qothrotul Falah

Untuk mensukseskan pesta rakyat pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, yang akan diselenggarakan pada Rabu, 17 April 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kab. Lebak menggelar kegiatan “KPU Goes to School” ke beberapa sekolah/pesantren di Kabupaten Lebak. Salah satunya ke SMA Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten, pada Rabu, 20 Maret 2019.

Bertempat di Majelis Putra Qothrotul Falah, kegiatan blusukan ke sekolah ini diberi titel “Fasilitasi Pendidikan Pemilih Pemilihan Umum Tahun 2019”. Komisioner KPU Kab. Lebak Lita Rosita hadir memberikan materi tentang kepemiluan.

Wakil Kurikulum SMA Qothrotul Falah, Agus Faiz Awaluddin dan sejumlah guru tampak turut hadir mendengarkan pemaparan materi. Hadir juga siswa-siswi SMA Qothrotul Falah sebagai sasaran pemilih pemula.

Kegiatan ini diawali sambutan oleh pihak sekolah yang diwakili Wakil Kepala Bidang Kurilum. Dalam paparannya, Agus Faiz mengungkapkan terima kasihnya kepada KPU Lebak yang telah memilih SMA Qothrotul Falah sebagai tempat sosialisasi.

“Terima kasih banyak kepada KPU Lebak yang telah memberikan kepercayaan kepada kami sebagai tempat sosialisasi. Ini kan tidak semua sekolah mendapat kesempatan,” katanya.

Agus Faiz lalu menyampaikan tradisi demokrasi yang sudah berkembang di Pondok Pesantren Qothrotul Falah. “Santri-santri kami insya Allah sangat cinta NKRI dan demokrasi. Pemilihan ketua santri, kami lakukan secara demokratis melalui pemilihan. Bahkan ada debat kandidat segala,” ujarnya.

Usai sambutan pihak sekolah, Komisioner KPU Lebak Lita Rosita menyampaikan berbagai materi kepemiluan. Dikatakannya, pada Pemilu kali ini yang diselenggarakan secara serentak, akan dilakukan lima pencoblosan.

“Pencoblosan Presiden/Wapres, DPR RI, DPRD Propinsi, DPRD Kabupaten/Kota dan DPD,” ujarnya.

Lita lalu menunjukkan surat suara yang akan digunakan sebagai media pencoblosan, baik yang untuk Pilpres maupun Pileg. “Dan pencoblosan akan dinilai sah kalau sesuai ketentuan pencoblosan dan telah ditandatangi oleh KPPS,” ujarnya.

Komisioner asli Bayah ini juga menghimbau supaya para pemilih tidak melakukan pemotoan hasil coblosannya. “Nggak boleh selpi atau memoto hasil coblosan,” katanya.

Selain itu, Lita juga menghimbau pada semua pihak untuk turut menjaga ketenteraman penyelenggaraan Pemilu. Jangan ada yang membuat gaduh atau gangguan-gangguan lainnya.

“Jangan menyebarkan hoax atau berita bohong, termasuk juga jangan menyebarkan ujaran kebencian,” ujarnya.

Di sela-sela pemberian materi, Lita memberikan kesempatan tanya jawab pada peserta. “Kita sudah memenuhi persyaratan secara usia, tapi kita belum punya KTP. Itu bisa milih atau tidak?” tanya Yayang Qodriyani Kelas XII, siswi asal Cikulur.

“Pastikan nama Anda ada di DPT dan segeralah lakukan perekaman di kecamatan. Nanti ada Surat Keterangan dari Disdukcapil pengganti KTP. Baru setelah itu boleh memilih,” jawab Lita.

“Kalau sudah memenuhi syarat tapi tidak mencoblos, dihukum tidak Bu?” tanya Tajul Muttaqin, siswa asal Cileles.

“Kita melakukan sosialisasi itu penting supaya tidak ada yang melakukan golput. Tidak ada yang menghukum. Akan dihukum oleh diri sendiri. Makanya jangan sampai tidak memilih,” jawab Lita.[nhm]