Pemerintah Bangun BLK TIK Qothrotul Falah

Pemerintah Republik Indonesia (RI) melalui Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia (Kemnaker) membangun 1000 Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas di berbagai lembaga atau yayasan, termasuk pondok pesantren. Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten termasuk yang mendapat bantuan BLK ini.,

Program pembangunan BLK oleh Pemerintah telah dimulai sejak 2017. Saat itu, Pemerintah melalui Kemnaker membangun 50 BLK. Lalu pada tahun 2018, meningkat menjadi 75 BLK. Dan pada 2019 miningkat lagi menjadi 1000 BLK. Tahun depan, rencananya akan dibangun 3000 BLK, sebagaimana disampaikan Presiden RI Ir. Joko Widodo, saat penandatanganan MoU Pembangunan BLK di Grand Sahid Jaya Hotel Jakarta beberapa waktu lalu.

Tujuan pembangunan BLK di berbagai wilayah Indonesia ini untuk menyiapkan tenaga-tenaga terampil guna menyongsong persaingan global, termasuk tenaga terampil dari kalangan pesantren. Karena itu, beberapa jenis BLK diselenggarakan: bengkel las, pengolahan ikan, TIK, menjahit dan sebagainya.

Untuk BLK Qothrotul Falah, Pengelola berinisiatif mengambil BLK Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Alasannya, karena TIK saat ini paling dibutuhkan oleh santri dan alumni pesantren. Skil TIK akan dipakai di manapun dan kapanpun, apalagi dalam era ekonomi digital saat ini.

“Kami mengambil bidang TIK, karena skill ini sangat dibutuhkan. Menyongsong era digital ini, diantara yang perlu disiapkan sebagai bekal santri bersaing di dunia global, ya kemampuan atau penguasaan TIK. Bidang yang lain tentu saja perlu, namun untuk santri TIK dirasa lebih urgen,” ujar Penanggungjawab BLK Qothrotul Falah, Nurul H. Maarif.

Dikatakan Koordinator Mejelis Pembimbing Santri (MPS) ini, rencananya, BLK Qothrotul Falah akan dimanfaatkan bagi santri-santri Kelas VI yang segera menjadi alumni. “Sebelum mereka resmi menjadi alumni, melalui BLK ini pesantren akan memberikan bekal secukupnya. Insya Allah mereka kelak akan lebih siap bertempur di era global,” ujarnya.

Selain itu, ujarnya, BLK juga akan dimanfaatkan untuk memantapkan skill alumni-alumni pesantren yang masih kesulitan mencari pekerjaan. “Mereka akan dibina dan dibimbing intensif melalui BLK Qothrotul Falah, sehingga insya Allah memiliki kemampuan yang layak dikompetisikan,” sambungnya lagi.

Untuk BLK Qothrotul Falah, pembangunannya telah dimulai sejak 12 Maret 2019. Dalam empat bulan kerja, insya Allah proses pembangunan akan selesai dan akan segera dimanfaatkan sesuai peruntukannya.

Untuk pembangunan Gedung BLK ini, Kemnaker menganggarkan dana Rp. 500 juta perlembaga. “Itu baru pembangunan gedungnya. Kemnaker juga akan memberikan alat-alat atau perangkat-perangkat pelatihan dan dana kegiatan,” katanya.

Karena itu, katanya, kepercayaan besar Pemerintah ini tidak boleh disia-siakan apalagi disalahgunakan. “Ikhtiar Pemerintah ini sangat baik dan luhur. Karenanya kami berkomitmen untuk membantu pemerintah menyukseskan program ini juga dengan sebaik-baiknya. BLK harus benar-benar efektif untuk kepentingan penanaman skil santri,” katanya.

Untuk itu, ujarnya, terima kasih yang mendalam disampaikan pada Pemerintah, dalam hal ini Kemnaker, yang memiliki kepedulian besar pada masa depan generasa bangsa. “Ini bukti Pemerintah peduli dan tidak abai pada masa depan rakyatnya, termasuk pada rakyat dunia pesantren,” katanya.[AR]