Wisuda Santri Launching Dua Buku

Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten menyelenggarakan Wisuda ke XX, Ahad, 28 April 2019, pagi. Berbagai agenda diselenggarakan untuk memeriahkan kegiatan rutin tahunan ini.

Sebelum pelaksanaan wisuda, pada Sabtu, 27 April 2019, diselenggarakan temu alumi yang diberi tema Mimbar Alumni. Hadir perwakilan alumni dari berbagai angkatan. Lalu malam harinya, diselenggarakan Pentas Seni Santri sebagai ajang para santri untuk menampilkan bakatnya yang terpendam.

Dalam Pentas Seni Santri ini, banyak kreasi santri yang ditampilkan. Ada tarian, baca puisi, drama, silat, nyanyi dan sebagainya. Kegiatan ini bertujuan untuk menjadi hiburan santri, guna menghilangkan kepenatan belajar selama setahun.

Pada hari H pelaksanaan wisuda, berbagai agenda utama diselenggarakan. Selain proses wisuda sebagai agenda utama, pelaksanaan wisuda kali ini juga diisi penampilan hafalan santri, dibaan,  dan launching atau peluncuran buku karya santri maupun guru.

Kali ini, dua karya diluncurkan; “Parukunan Santri” dan “Santri Memaknai Toleransi”. Yang pertama dihimpun oleh Ustadz Muhammad Yusuf al-Hafidz. Buku ini berisikan doa-doa, wirid-wirid, hizib, ratib dan sebagainya, yang akan menjadi panduan santri.

Sedang buku yang kedua ditulis oleh para santri yang tergabung dalam Halqah Santri Triple Ing Community. Buku ini berisi pandangan-pandangan mereka tentang toleransi. Ada enam belas santri yang turut terlibat menulis di dalamnya.

Wisuda juga diisi tausiah akhir Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah, KH. Achmad Syatibi Hambali. Intinya, beliau mengingatkan para wisudawan untuk terus belajar dan tidak puas hanya sampai tingkat SMA. Berbagai ilmu masih banyak di depan sana, sehingga perlu upaya lebih serius lagi untuk mengejarnya.

Sore hari hingga malam harinya, kegiatan dilanjut dengan Haflah Akhirussanah Siswa-siswi Madrasah Diniah Takmiliah Awaliyah (MDTA) Qothrotul Falah. Kegiatan yang menampilkan taswiran (doa-doa/bacaan shalat/surat pendek) ini ramai dihadiri wali siswa. Mereka datang beserta keluarganya untuk memberikan saweran pada putera-puterinya, sebagai bentuk tasyakuran atas hafalan mereka.

Dan untuk Haflah kali ini, pihak pengelola menampilkan sesuatu yang berbeda yakni hafalan Juz Amma. Ini mendapat apresiasi yang baik dari berbagai kalangan, karena tradisi ini nyaris tidak dilakukan dalam ajang haflah MDTA. Pesantren ingin menampilkan sesuatu yang berbeda.[nhm]