Nyari Pengalaman ke Ponpes al-Bayan

Pengurus Organisasi Pelajar Pondok Pesantren Qothrotul Falah (OPPQ) Cikulur Lebak Banten melakukan studi banding ke Pondok Pesantren Modern al-Bayan Rangkasbitung, Kamis, 2 Mei 2019.

Mereka didampingi Koordinator Majelis Pembimbing Santri (MPS) Nurul H. Maarif, Bendahara Hj. Dede Saadah Syatibi, Wakil Bendahara Ustadzah Iis Wardaniatunnisa, Pembina OPPQ Putera Ustadz Andre Fauzi, Pembina OPPQ Puteri Ustadzah Fitri Ariyanti, Keamanan Putera Ustadz M. Eman Sulaiman, dan Pembina Tahfidz Ustadz Muhammad Yusuf al-Hafidz.

Selain Pengurus Santri Ponpes al-Bayan, tampak hadir juga Pimpinan Pondok Pesantren al-Bayan KH. Eeng Nurhaini, dan beberapa guru juga Pembina. Acara formal penyambutan dilakukan di Pondok Pesantren Alfafa, cabang Pondok Pesantren al-Bayan.

Dalam sambutannya yang mewakili Pondok Pesantren Qothrotul Falah, Nurul H. Maarif menyatakan, tujuan kunjungannya adalah untuk mengeratkan tali silaturahim antara Pondok Pesantren Qothrotul Falah dan Pondok Pesantren al-Bayan.

“Kiai Eeng adalah guru saya dan kita semua. Semoga dengan silaturahim ini, banyak kebaikan yang bisa kita dapatkan dan pelajari. Dan semoga, pelajaran-pelajaran yang kami dapatkan bisa kami terapkan di Pondok Pesantren Qothrotul Falah,” ujarnya.

Dikatakan Nurul, belajar dan menimba pengalaman bisa dilakukan di manapun dan pada siapapun. “Ambillah kebaikan, ibrah, hikmah, pelajaran, dari manapun ia muncul, termasuk dari tempat-tempat yang tidak baik. Lebih-lebih ke Ponpes al-Bayan, tentu akan banyak pelajaran yang bisa kami ambil dan terapkan,” katanya lagi.

Nurul lalu menjelaskan alasan pihaknya memilih Ponpes al-Bayan sebagai tempat pembelajaran. “Dalam waktu yang tidak terlalu lama, Ponpes al-Bayan telah mengelola delapan lembaga cabang dengan ciri khas yang berbeda-beda. Tak salah jika Hafis Azhari menulis buku berjudul ‘Revolusi Dunia Pesantren: Dari Gintung ke Rangkasbitung’ yang menceritakan perjalanan Kiai Eeng membangun pesantrennya dengan penuh suka duka,” katanya lagi.

Menanggapi sambutan pihak Ponpes Qothrotul Falah, Kiai Eeng Nurhaini menyampaikan terima kasih atas kunjungan ini. “Kedatangan tamu-tamu ke tempat ini juga merupakan pelajaran bagi kami semua. Jadi yang belajar bukan hanya tamunya, tapi kami juga belajar bagaimana menyambut tamu secara baik,” ujarnya.

Kiai Eeng lalu menyampaikan berbagai motivasi untuk memacu semangat para hadirin. Misalnya, beliau mengatakan bahwa santri itu terdiri dua kata. San yang bermakna matahari dan Tri yang bermakna pohon.

“Matahari itu menerangi. Dengan ilmunya, santri haruslah menerangi masyarakat. Yang gelap menjadi terang. Yang suram menjadi bercahaya. Sedang pohon itu menaungi siapapun yang kepanasan, yang berteduh dan yang butuh perlindungan. Jadi santri itu ada fungsi memanaskan dan mendinginkan,” ujarnya penuh semangat.

Usai sambutan dua belah pihak, peserta kunjungan lalu dibagi dalam dua kelompok; putera dan puteri. Yang putera berkunjung ke Pondok Pesantren al-Bayan dan yang puteri ke Pondok Pesantren Alfafa. Mereka tampak cair dan banyak hal yang didapatkan.[nhm]