Dua Ustadzah Raih Gelar Sarjana Sosial

Menapaki perkuliahan di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten (dulu IAIN) pada pertengahan 2015, dua ustadzah Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten, yakni Cahyati dan Uyun Rika Uyuni, kini resmi menyandang gelar Sarjana Sosial (S.Sos.), setelah dinyatakan lulus sidang munaqasyah, pada Kamis, 02 Mei 2019.
 
Lulus S1 dengan jangka waktu tepat empat tahun masa perkuliahan atau delapan semester, merupakan target yang mereka miliki, terlebih karena terikat komitmen oleh beasiswa Bidikmisi yang didapatkan keduanya sejak masa awal kuliah.

Keduanya mengambil jurusan yang sama, yaitu Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam pada Fakultas Dakwah. Selama empat tahun, mereka belajar tentang komunikasi, dakwah, dunia penyiaran dan masalah sosial di masyarakat.

Uyun Rika Uyuni menulis penelitian tentang dakwah dengan pena di Pondok Pesantren Qothrotul Falah, dengan judul skripsi “Membudayakan Dakwah di al-Qalam; Studi Kasus di Pesantren Qothrotul Falah Cikulur-Lebak Banten” yang diuji oleh Dr. Kholid Suhaemi, M.Si. dan A.M. Fahrurozi, S.Psi, M.A.

Berbeda dengan Uyun, Cahyati menulis penelitian dengan judul “Strategi Dakwah Lembaga Pusat Studi Pesantren Pagentongan-Bogor dalam Upaya Menjaga Nilai Toleransi di Kalangan Santri”, yang diuji oleh Dr. H. Suadi Sa’ad, M.Ag. Drs. Samian Hadisaputra, M.Si.

Rasa syukur dan haru dirasakan oleh keduanya. “al-Hamdulillah, sangat bersyukur  dan bahagia atas segala kemudahan dan kelancaran selama masa perkuliahan sampai akhirnya usai menjalani sidang skripsi dan dinyatakan lulus oleh pihak kampus. Kebanggan tersendiri bagi saya untuk bisa menyelesaikan studi SI ini tepat waktu. Terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu dan memberikan dukungan kepada saya selama ini, terutama kedua orang tua saya yang telah mendo’akan tiada hentinya,” ungkap Cahyati yang asal Cikeusal ini saat dimintai komentar tentang kelulusannya.
 
Hal sama dirasakan Uyun sebagai sahabat perjuangannya yang juga lulus di waktu yang sama. “Rasanya haru dan bahagia luar biasa. Tak lupa saya juga bersyukur atas semua kelancaran dalam sidang dan selama proses penelitian. Terima kasih tak terhingga untuk semua orang yang sudah membantu dan memberikan support kepada saya,” ujar Uyun yang berasal dari Citeras ini dengan mata berbinar bahagia.
 
Kelulusan sidang munaqasyah dan gelar yang disandang keduanya, tentu bukan akhir dari perjuangan mereka. Namun dari titik inilah perjalanan baru akan kembali dimulai dan belajar dengan lebih baik lagi untuk memberikan kemanfaatan bagi masyarakat.

Selamat untuk keduanya. Semoga kian memberikan manfaat terbaik untuk masyarakat.[CAH]