Dua Ustadzah Ikuti Seminar Perdamaian

Masih dalam suasana hari Kartini, 25 April 2019, dua Ustadzah Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten yaitu Ustadzah Cahyati dan Ustadzah Uyun Rika Uyuni mengikuti Seminar Keperempuanan di Hotel Le Dian Kota Serang.

Kegiatan yang diikuti oleh srikandi bangsa Wilayah Banten yang diwakili oleh hampir 100 perempuan dari berbagai daerah dan berbagai macam profesi mulai dari Bhayangkari, ibu Kepala Desa, forum majelis ta’lim, akademisi dan lembaga masyarakat lainnya ini mengangkat tema “Perempuan Agen Perdamaian: Pelibatan Perempuan dalam Pencegahan Radikalisme dan Terorisme”.  

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Banten bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ini merupakan salah satu program FKPT  bidang Pemberdayaan Pemuda dan Perempuan.

Kegiatan tersebut diadakan mengingat teorisme dan radikalisme merupakan masalah yang serius yang perlu disikapi bersama-sama. Tidak hanya aparat pemerintahan, namun masyarakat secara keselurahan juga memiliki tanggungjawab untuk mencegahnya dan tidak terkecuali para ibu atau para kaum perempuan.

Seperti yang diungkapkan oleh Hj. Rumiah selaku Ketua FKPT Banten dalam sambutannya: “Sudah mulai adanya kaum perempuan yang ikut terpengaruh dan melakukan tindakan teorisme, seperti kasus di Surabaya. Oleh karena itu, BNPT dan FKPT menyelenggarakan kegiatan ini,” ujarnya dengan tegas.

Pelaksanaan kegiatan tersebut memiliki tujuan dan harapan yang besar, yaitu agar terbentuknya pemahaman dan terciptanya ide-ide atau gagasan dari semua peserta yang hadir dalam upaya pencegahan terorisme di Indonesia khususnya di wilayah Banten.

Hal tersebut disampaikan oleh KH. Amas Tajuddin selaku Sekretaris FKPT Banten: “Wanita-wanita Banten dapat berkontribusi menjaga kedamaian di Wilayah Banten dan umumnya bagi bangsa ini,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Kegiatan tersebut juga menghadirkan nara sumber dari The Asian Muslim Action Network (AMAN) Indonesia yakni Hanifah Haris. Selama materi, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk berdiskusi tentang permasalahan perempuan dalam keterlibatan aksi radikalisme dan terorisme dan merumuskan latar belakang kasus dan upaya pencegahan sejak dini.[]