Empat Nasihat Pengasuh untuk Para Guru

Untuk menghadapi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Tahun Ajaran 2019-2020, Pengelola mengadakan rapat persiapan, Sabtu, 20 Juli 2019, sekaligus pembagian Surat Keputusan (SK) mengajar guru.

Bertempat di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas Qothrotul Falah, rapat persiapan dihadiri oleh Pengasuh Pesantren, Koordinator Majelis Pembimbing Santri (MPS), Kepala SMA Qothrotul Falah, Kepala MTs Qothrotul Falah dan para guru.

Dalam wejangannya, Pengasuh Pesantren, KH. Achmad Syatibi Hambali mengingatkan empat hal pada para guru. Pertama, guru harus memiliki niat yang ikhlas. Menurut beliau, dalam melakukan pengajaran, para guru haruslah memiliki niat yang ikhlas karena Allah Swt, bukan karena pemrih apapun selain Allah Swt.

“Tanpa keikhlasan, amal kita tidak ada gunanya,” ujarnya.

Kedua, guru haruslah punya motivasi untuk mencerdaskan anak-anak didik. Menurutnya, motivasi ini penting karena menjadi target yang mesti disasar dan tidak asal mengajar.

“Harus ada keinginan supaya ilmu yang disampaikan guru bisa tertangkap oleh anak. Diniatin supaya anak bisa dan mengerti. Jangan asal ngajar hanya untuk menggugurkan kewajiban,” harapnya.

Ketiga, guru senantiasa bersabar menghadapi karakter anak didik. Menurutnya, ini menjadi pintu keberhasilan dalam segala urusan. Tanpa kesabaran, semua akan menjadi sulit.

“Kenapa harus sabar? Karena kemampuan anak menerima materi yang kita sampaikan itu tidak sama atau berbeda-beda. Ada yang mudah menangkap, ada yang sulit, semua harus dihadapi dengan senyuman,” jelasnya.

Keempat, guru harus disenangi anak. Menurutnya, kuncinya adalah keilmuan yang memadai, sikap yang menjadi teladan dan komunikasi yang baik dengan para siswa.

“Kalau anak menyenangi guru, insya Allah mereka akan ikut apapun kata gurunya. Karena itu tugas guru bukan mendidik saja, tapi memotivasi dan sebagainya,” ujarnya menasihati.

Usai sambutan pengasuh, kegiatan dilanjut penyampain informasi oleh Kepala SMA, Kepala MTs dan Bendahara. Juga diberikan wejangan singkat oleh guru senior, Ade Bujhaerimi.

Kegiatan ditutup dengan makan tumpeng bersama sebagai tanda syukuran selesainya pembangunan Gedung BLK Komunitas.[NHM]