Balajar tanpa Motivasi Itu Bohong

Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) MTs dan SMA Qothrotul Falah resmi dimulai Senin, 22 Juli 2019. Sedangkan KBM kitab kuning dimulai Selasa malam, 23 Juli 2019.

Dalam tausiah pembuka KBM, Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah KH. Achmad Syatibi Hambali menyatakan, motivasi santri yang datang ke pondok hanyalah untuk menuntut ilmu, baik ilmu umum maupun ilmu agama dan bukan untuk main-main.

“Kenapa harus mencari ilmu? Supaya kita punya harga. Saya harapkan semuanya harus siap untuk mencari ilmu. Bukan hanya ilmu sekolah, tapi ilmu ngaji. Insya Allah di lembaga ini disiapkan semuanya,” ujar Rais Syuriah PCNU Kab. Lebak ini.  

Menuntut ilmu agama atau sekolah, katanya, haruslah disertai motivasi yang tinggi dan harus punya tujuan yang jelas. “Ingin dunia harus dengan ilmu. Ingin akhirat harus dengan ilmu. Belajar tanpa motivasi itu bohong,” katanya.

Kiai Ibing – sapaan akrabnya – berharap, mudah-mudahan kedatangan santri ke pondok sebagai tanda hidayah dari Allah Swt. “Mudah-mudahan kalian mendapat ilmu sebagaimana yang diharapkan,” katanya.

Dengan memondokkan anak-anaknya, itu menunjukkan betapa sayangnya orang tua. “Saya anak semata wayang. Harusnya disayang. Cara orang tua saya menyayangi ya berbeda. Saya keluar sekolah dasar langsung dikirim mondok. Justru inilah bentuk sayangnya. Orang tua nggak mau anaknya bodoh. Itu bukti sayang. Bukan disimpan di rumah. Bukan itu tanda sayang,” jelasnya.

Diantara manfaat mondok, katanya, akan mendewasakan diri. “Suatu saat kalian akan lepas dari orang tua. Kalau nggak ada ilmu, kalian akan kesulitan. Kalian harus bersyukur pada orang tua,” katanya.

Di pondok juga akan diajari mengaji, baik al-Qur’an maupun kitab kuning. Shalat juga dibimbing dan diaragkan. “Di rumah belum tentu,” ujarnya.  
 
Menurutnya, mencari ilmu itu banyak liku-liku. Bahkan terkadang jenuh. Kadang malas. Atau ada keterlambatan kiriman dari orang tua. “Kuncinya ya sabar. Jangan pulang karena itu nggak akan berhasil. Harus ingat, jalan kebaikan apa saja, itu setan pasti akan memburu. Nggak senang pada kebaikan,” katanya mengingatkan.

Kenapa harus sabar?

“Sabar itu kunci keberhasilan. Lagi malas paksakan dengan sabar. Ada kejenuhan kita tahan. Ingin pulang kita tahan. Itu sabar. Al shabru miftahu kulli ma yurja’. Sabar itu kunci segala harapan,” ujarnya lagi.

Selain sabar, santri juga harus semangat. “Tanpa semangat nggak bakalan berhasil. Jangan leha-leha dan malas. Malas itu mewariskan kesusahan. Insya Allah dengan semangat, Allah mengaruniakan ilmu,” nasihatnya.[NHM]