Jangan Keseringan Nengok Anak!

Pengelola Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten mengadakan silaturahim dengan seluruh wali santri, Ahad, 25 Agustus 2019, di Majelis Putera Qothrotul Falah.

Dari unsur pesantren, hadir Pengasuh Pesantren KH. Ahmad Syatibi Hambali, Koordinator Majelis Pembimbing Santri (MPS) H. Nurul H. Maarif, Kepala SMA Qothrotul Falah KH. Abdurohman, M.Pd., Kepala MTs Qothrotul Falah Ahmad Turmudzi, M.Pd., Bendahara Hj. Dede Saadah, Waka Kurikulum Agus F. Awaludin, S.Pd., dan lain sebagainya.

Dalam arahannya, Pengasuh Pesantren, Kiai Ibing – sapaan akrabnya – menyatakan, keberhasilan santri dalam menjalankan pendidikannya tergantung tiga unsur: guru, santri dan orang tua.

“Harus ada kerjasama yang baik antara guru, anak dan orang tua. Semua menjalankan tanggungjawabnya secara profesional. Guru serius mengajar, anak serius belajar dan orang tua mendukung dengan doa dan yang lainnya,” ujarnya.

Beliau juga menyatakan, antara walisantri dengan pondok sudah menjadi keluarga, yang karenanya harus saling mendukung. “Jangan sungkan sungkan jika ada yang perlu diberi masukan dari pihak pondok. Sampaikan saja sebagai keluarga,” katanya.

Nurul H. Maarif, selaku Koordinator MPS menyatakan, perlunya ada keikhlasan yang tinggi bagi walisantri untuk melepaskan anak-anaknya di pondok, supaya belajar mandiri. “Umpama anak panah, lepaskanlah anak-anak kita dari busurnya supaya mengenai sasaran. Jangan dipegangin terus dengan alasan sayang, sehingga mereka justru tidak bisa mandiri,” katanya.

Juga, katanya, walisantri jangan keseringan nengok anaknya. Apalagi sengaja-sengaja dicarikan alasan untuk ijin. “Jangan sampai hanya karena alasan yang sesungguhnya nggak penting, tapi dipenting-pentingkan. Dan siapapun yang jenguk juga harus mengenakan pakaian yang sopan dan pantas,” ujarnya.

Kepala SMA Qothrotul Falah, Kiai Aang, bahkan menceritakan pengalamannya, ada wali santri yang sampai menenami anaknya mondok hingga tiga bulan, karena tidak lepas memondokkan anaknya. “Harus benar-benar lepas dan ikhlas. Insya Allah anak-anak di sini akan baik-baik saja,” katanya.

Sedangkan Bendahara, Hj. Dede menekankan pentingnya kesederhanaan dalam segala hal termasuk tidak boros dalam jajan. “Ajarkan kesederhanaan pada anak dalam hal uang. Jangan dikasih uang jajan yang berlebih, karena akan mendidik anak untuk boros,” katanya.

Bendahara juga mengingatkan supaya uang pembayaran apapun langsung diserahkan ke pihak pondok dan tidak lewat anak-anak. “Banyak kejadian, uang SPP nggak sampai Bendahara, karena justru buat jajan anak. Akhirnya orang tua yang tekor,” ungkapnya.

Selain itu, yang dihimbau oleh pihak pesantren untuk wali santri adalah; perlunya kontrol wali santri pada perkembangan anaknya melalui Buku Santri dan Parukunan Santri; proses perijinan melalui keamanan, perlunya kralifikasi jika ada info tentang anak-anaknya, dan sebagainya.

Kegiatan silaturaihm lalu diakhiri dengan makan siang bersama ala kadarnya.[nhm]