Karya Santri Qothrotul Falah Ramaikan Festival Hari Santri Nasional

Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lebak bekerja sama dengan berbagai ormas keagamaan, seperti Majelis Ulama Indonesia (MIU) Kab. Lebak, Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kab. Lebak, Pengurus Cabang Nahdhatul Ulama (PCNU) Kab. Lebak dan selainnya, menyelenggaran peringatan Hari Santri Nasional (HSN) selama tiga hari, 20-22 Oktober 2019.

Berpusat di Alun-alun Kota Rangkasbitng, berbagai agenda penting diselenggarakan, seperti istighatsah yang dipimpin oleh Abuya Muhtadi Dimyathi, santri on the road, lomba shalawat, lomba marhaba, pameran karya santri, upacara bendera dan banyak lagi. Termasuk juga santunan untuk 1200-an anak yatim dan yatim piatu, dari hasil patungan para kiai dan siapapun yang peduli.

Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten termasuk yang diberi kesempatan untuk menampilkan pameran karya santri, bersama Pondok Pesantren La Tansa, Pondok Pesantren al-Mizan, Pondok Pesantren al-Farhan, Pondok Pesantren Manahij al-Sadat, Pondok Pesantren Dar el-Azhar, PC Fatayat NU, Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI), dll.

Pondok Pesantren Qothrotul Falah lebih banyak memamerkan karya-karya santri dan guru berupa buku-buku dan lukisan bambu. Misalnya, karya buku Nasihat untuk Santri dan 40 Tanya Jawab Agama karya KH. Achmad Syatibi, Parukunan Santri karya Ustadz Yusuf, Samudera Keteladanan Muhammad, Menjadi Mukmin Kualitas Unggul, dan Lelaki dalam Doa karya Nurul H. Maarif, juga karya santri seperti Renungan Santri I dan II, Lazuardi Kata, Rumah Kita, Toleransi di Mata Santri dan banyak lagi.

Pameran karya lukisan bambu yang ditampilkan adalah karya Ustadz Muhammad Subhan, yang diantaranya menampilkan lukisan wajah Gus Dur (KH. Abdurrahman Wahid). Pameran ini cukup memantik pengunjung untuk mampir ke stand. Dan buku Lelaki dalam Doa, karya terbaru Nurul H. Maarif, terbitan Pustaka Qi Falah, paling banyak diburu pengunjung, khususnya kawula muda.

“Bahkan di Hari Santri Nasional, Lelaki dalam Doa terjual lebih dari 150 eksemplar. Selain dibeli oleh pengunjung di lokasi, juga dibeli oleh banyak orang dari berbagai wilayah Indonesia; Lampung, Yogyakarta, Malang, Jember, Bandung, Jakarta, Depok, Bekasi, Semarang dan sebagainya,” ujar Ustadzah Uyun Rika Uyuni yang senantiasa stand by di lokasi pameran.

Menurut Ustadzah Cahyati, yang juga senantiasa stand by di lokasi pameran, pengunjung yang datang cukup banyak. “al-Hamdulillah yang datang cukup banyak. Ada yang beli buku. Nanya program pondok. Nanya literasi dan sebagainya. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi pesantren,” katanya.

Ke depan, menurut keduanya, Pondok Pesantren Qothrotul Falah akan lebih matang lagi menyiapkan materi pamerannya dan tentu pameran yang lebih substansial yang berkaitan dengan karya santri.[nhm]