Santri Mencintai Tanah Air Sepenuh Jiwa Raga

Hari Santri Nasional diperingati setiap 22 Oktober. Pondok Pesantren Qothrotul Falah pun ikut serta meramaikan hari santri itu, dengan tujuan menumbuhkan semangat santri dalam menuntut ilmu di pesantren dan membela negara ini.

Berbagai kegiatan diatur sedemikian rupa oleh para Pengurus OPPQ (Organisasi Pelajar Pesantren Qothrtul Falah), yang rangkaiannya sudah dimulai sejak Jum’at, 18 Oktober 2019, saat seluruh santri libur sekolah. Diawalai dengan kegiatan language festival (Lomba Pop Song,  Puisi Bahasa Arab, Bahasa Inggris dan Story Telling), liwet, pawai, upacara hingga khataman al-Quran dan istigathsah.

Para santri begitu antusias ketika menjelang Hari Santri, karena memiliki kebanggaan tersendiri  ketika santri dakui oleh negara.  “Ini tahun pertama saya mondok dan baru kali ini saya tahu bahwa santri ada hari spesialnya. Melihat kemeriahan yang ada di Hari Santri Nasional ini, saya akhirnya merasa bangga menjadi santri. Terima kasih pondokku untuk pengalaman pertama ini,” jelas Dita Rismuna, siswi Kelas X IPA SMA Qothrotul Falah.

“Santri dan ulama adalah bagian dari NKRI pemersatu bangsa. Santri juga berperan serta dalam mendukung para pahlawan menghadang para penjajah dulu. Maka kita perlu bangga menjadi santri. Dengan adanya Hari Santri, ini bukti bahwa santri cukup penting bagi kemajuan bangsa dan negara. Untuk itu santri putra maupun puteri teruslah tingkatkan kualitas mengaji dan belajar kita di pesantren,” ujar KH. Abdurrahman, M.Pd. selaku Kepala Sekolah SMA Qothrotul Falah dalam sambutannya di upacara Hari Santri Nasional.

Sambutan Kepala Sekolah tersebut meyakinkan seluruh santri, bahwasannya kebanggan santri tidak hanya terletak pada kepandaiannya mengaji, tapi juga mampu mencintai NKRI dengan sepenuh jiwa raga layaknya para pahlawan yang berasal dari pesantren.

Adanya Hari Santri Nasional ini membuktikan bahwa Indonesia adalah milik seluruh rakyat. Pemudanya baik santri maupun bukan bisa bersatu tanpa merasa minder dengan statusnya di masyarakat.

Semoga saja, peringatan ini menjadikan para santri kian peduli pada bangsa dan Tanah Airnya, sehingga mereka benar-benar bisa mengisi kemerdekaan yang diraih dengan darah, melalui berbagai kegiatan yang positif dan bermanfaat.[uyun]