Syeikh Ammar Ijazahkan Sanad al-Arbain al-Nawawiyyah

Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten mendapat kehormatan kunjungan Syeikh Ammar Azmi al-Rafati al-Jailani al-Hasani, cicit ke-23 Syeikh Abdul Qadir al-Jailani, pada Selasa, 21 Januari 2020, siang. Syeikh Ammar yang asli Palestina ini didampingi oleh saudara sepupunya, Hasan, dan asisten sekaligus penerjemahnya Fikri H. Muharram (Penulis Novel, “Tuhan, Izinkan Aku Pacaran!”.

Di Pondok Pesantren Qothrotul Falah, Syeikh Ammar disambut meriah oleh keluarga pesantren. Tampak menemani beliau, Pengasuh KH. Ahmad Syatibi Hambali, Koordinator Majelis Pembimbing Santri (MPS) Nurul H. Maarif, Kepala SMA Qothrotul Falah KH. Abdurohman Syatibi, Kepala MTs Qothrotul Falah Ahmad Turmudzi, Pembina Tahfidz Muhammad Yusuf, dan Waka Kurikulum Agus Faiz Awaludin.

Di depan ratusan santri dan masyarakat, bertempat di Majlis Putra Qothrotul Falah, Syeikh Ammar memberikan banyak wejangan, terutama terkait interaksi umat Islam dengan al-Qur’an. Beliu berharap, banyak santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah yang menghafalkan al-Qur’an.

“Siapa bilang menghafalkan al-Quran itu sulit? Allah Swt sudah menjelaskan dalam beberapa ayat al-Qur’an, menghafal al-Qur’an itu mudah. Dan banyak metode yang bisa dilakukan,” ujar Syeikh Ammar, yang lantunan ayat al-Qur’annya indah ini. Syeikh Amar bahkan memiliki 150 metode menghafal al-Qur’an.

Syeikh Ammar juga mengingatkan pada jamaah untuk tidak terlalu banyak tidur. “Sibukkan diri dengan ilmu, jangan banyak tidur. Banyak tidur adalah musibah,” ujarnya.

Diantara kegiatan yang terpenting adalah pemberian sanad Kitab al-Arbain al-Nawawiyyah, karya Imam Syaraf Nawawi. Beliau membacakan seluruh Hadis dalam kitab itu, sejumlah 42 Hadis dan diikuri para santri, lalu memberikan sanadnya yang bersambung sampai Rasulullah Saw.

Atas kunjungan ini, Koordinator Majelis Pembimbing Santri (MPS) Nurul H. Maarif yang memberikan sambutan menyatakan rasa terima kasihnya yang mendalam. “Ini adalah anugerah dari Allah, yang patut disyukuri sebaik-baiknya,” katanya.

Nurul H. Maarif lalu mengutip komentar Pengarang al-Muwaththa, Imam Malik bin Anas, yang menyatakan al-‘ilm yu’ta wa la ya’ti (ilmu itu didatangi, bukan mendatangi). “Namun atas izin Allah, hari ini, ilmu yang mendatangi kita melalui wasilah Syeikh Ammar, bukan kita yang mendatangi,” komenternya atas keilmuan Syeikh Ammar di bidang qiraat al-Quran, Hadis maupun fikih dan ushul fikih.

Ala kulli hal, kunjungan ini memberikan kehormatan pada seluruh keluarga pesantren. Sebelumnya, Syeikh Amin al-Jailani, cicit Syeikh Abdul Qadir al-Jailani, juga bermalam di Pondok Pesantren Qothrotul Falah. Semoga pondok ini dicintai dan banyak dikunjungi orang-orang saleh.[nhm]