BWA Wakafkan Ratusan Alquran untuk Santri

Badan Wakaf Alquran (BWA) mewakafkan sejumlah 460 Alquran untuk Santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah dan Jamaah Majelis Taklim Qothrotul Falah, Sabtu, 26 Januari 2020. Serah terima Alquran ini dilakukan di Hall La Tansa Rangkasbitung dan diterima langsung oleh Koordinator Majelis Pembimbing Santri (MPS) Nurul H. Maarif, didampingi Ustadz Muhammad Yusuf (Pembina Tahfidz) dan beberapa santri tahfidz.

Selain Pondok Pesantren Qothrotul Falah, ratusan lembaga yang lain, baik pesantren, majelis taklim, maupun organisasi keagamaan, juga mendapatkan wakaf Alquran. Menurut perwakilan BWA, Ustadz Sofyan, tahun 2020 ini, BWA mengalokasikan 20 ribu Alquran untuk wilayah Banten, yang pendanaan pencetakannya diambil dari para donatur. Untuk 2019, 10 ribu Alquran sudah terdistribusi di wilayah Banten. Total untuk wilayah Banten 30 ribu Alquran.

Sebelum pendistribusian Alquran, pihak BWA menyelenggarakan pelatihan tahsin Alquran bersanad khusus Surah Alfatihah, yang dibimbing langsung oleh Ustadz Abdurrahman Dihya, dari Purwakarta, yang memiliki banyak jalur sanad Alquran dari guru-gurunya, baik guru asli Indonesia maupun Timur Tengah. Ratusan peserta yang hadir tampak antusias mengikuti kegiatan ini.

Untuk Pondok Pesantren Qothrotul Falah, Alquran yang diterima akan digunakan oleh ratusan santri baik yang MTs maupun SMA, ratusan siswa-siswi MDA Qotrotul Falah dan ratusan jamaah Majlis Taklim Qothrotul Falah. Alquran ini sangat bermanfaat untuk kepentingan belajar santri dalam mendalami kitab sucinya.

Dalam kesempatan pemberian testimoni, mewakili yang hadir, Nurul H Maarif merespon dua hal; kegiatan tahsin Alquran dan wakaf Alquran.

“Keduanya merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi umat Islam. Dengan tahsin, yang bacaannya belum bagus akan menjadi lebih bagus. Yang sudah bagus, akan menjadi lebih bagus lagi. Membaca Alquran dengan tajwid itu hukumnya wajib (hatmun lazimun). Siapa membaca Alquran tanpa tajwid, maka dia berdosa,” ujarnya.

Terkait wakaf Alquran, Nurul H Maarif berharap, kegiatan ini kian mendekatkan umat Islam dengan kitab sucinya. “Semoga umat Islam lebih sering berinteraksi dengan Alquran, baik membaca, memahami maupun mengamalkan isinya. Semoga juga jumlah buta huruf Alquran di Banten kian menipis. Dan secara pribadi saya berdoa, semoga Alquran tidak hanya tinggal teksnya saja, melainkan juga berkembang pemahaman dan pengamalannya,” katanya.

Karena itu, atas nama Pondok Pesantren Qothrotul Falah, Nurul H. Maarif menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada Badan Wakaf Alquran (BWA) yang tahun ini menargetkan mendistribusiukan sejuta Alquran ke berbagai wilayah Indonesia, dengan tagline “Sejuta Alquran, Indonesia Kuat.”[nhm]