Pelantikan OPPQ 2020-2021: “Tegakkan Hukuman tanpa Kekerasan!”

Setelah melalui proses panjang, seperti kampanye dan debat kandidat, M. Misbahuddin dan Siti Nur Asiah terpilih sebagai Ketua Organisasi Pelajar Pesantren Qothrotul Falah (OPPQ) Periode 2020-2021, pada Pemilu, Jum’at, 7 Februari 2020.

Dalam pemilihan yang demokratis, diikuti oleh para santri dan guru ini, Misbah (Lebak) berhasil menumbangkan Fakih Tasya Hidayatullah (Serang) dan Sudirman (Lebak). Sedangkah Asiah menjungkalkan Laili Rizqi (Cileles-Lebak) dan Siti Nur Fadhillah (Cikulur-Lebak).

Usai resmi ditetapkan sebagai Ketua OPPQ 2020-2021, keduanya dan kepengurusan baru langsung dilantik pada Sabtu, 8 Februari 2020, malam. SK Kepengurusan dibacakan oleh Ustadz Agus Faiz Awaluddin dan Ikrar Pelantikan dibacakan oleh Ketua Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Qothrotul Falah KH. Aang Abdurohman, S.E., M.Pd. Sedangkan tausiah diberikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah KH. Achmad Syatibi Hambali.

Dalam nasihatnya, Pengasuh Pesantren menyatakan terima kasih yang mendalam kepada pengurus lama yang telah mengabdikan diri dan berjuang untuk memperbaiki pondok. “Semoga menjadi amal shaleh dan Allah catat sebagai amal saleh. Semoga menjadi bekal dan pengalaman untuk menjadi pemimpin di masyarakat,” ujarnya.

Sedangkan pada pengurus yang baru, beliau mengucapkan selamat bekerja. “Saya ucapkan selamat kepada pengurus OPPQ baru yang telah dikukuhkan dan telah menyelesaikan persyaratan-persyaratan menjadi pengurus,” katanya.

Menurut Pengasuh, pemilihan Ketua OPPQ adalah sebuah proses pembelajaran dan pengalaman. “Jangan merasa berkecil hati yang tidak terpilih dan jangan menyombongkan diri bagi yang sudah terpilih,” wejangnya.

Karena itu, imbuh Pengasuh, pengurus yang baru harus belajar pada pengurus lama, karena pasti ada kelebihan dan kekurangannya. “Kelebihan harus bisa dipertahankan dan kelemahannya harus bisa diperbaiki, sehingga ke depan Pondok Pesantren Qothrotul Falah bisa dilihat kebaikan dan keunggulannya oleh masyarakat dengan bantuan Kepengurusan OPPQ,” katanya berharap.

Pengasuh sangat menekankan tidak dilakukannya kekerasan dalam proses penghukuman. “Setiap pondok pesantren pasti ada aturannya, termasuk pondok kita. Hukuman harus ada dan harus ditegakkan sesuai ketentuan dan tanpa kekerasan,” pesannya.

“Pengurus lama juga tetap harus ada aturannya. Tidak boleh seenaknya. Misalnya jamaah, ngaji dan kedisiplinan harus dilaksanakan,” sambungnya.

Pengasuh berharap, mudah-mudahhan kepengurusan OPPQ yang diketuai oleh Misbahuddin dan Siti Nurasiah ini dapat membawa Pondok Pesantren Qothrotul Falah lebih baik. “Jadikanlah kepengurusan sebagai sarana untuk berbuat sesuatu untuk pondok. Jadikan untuk pengabdian dan ladang amal,” katanya berpesan.

Karena itu, Pengasuh berharap, pengurus baru yang dibimbing oleh Ustadz Andre Fauzi, S.Sos. dan Ustadzah Cahyati, S.Sos., ini harus membuat rencana atau program-program kerja dengan sebaik-baiknya, yang bisa membawa kemajuan untuk pondok.  

“Sehingga, harapan saya untuk semua santri, semoga semuanya menjadi orang-orang yang berhasil setelah keluar dari Pondok Pesantren Qothrotul Falah. Santri kita bisa dilihat oleh masyarakat, bisa didengar oleh masyarakat, dan bisa diandalkan oleh masyarat,” harapnya.

Sebagai ketua terpilih, Misbah dan Asiah berjanji untuk lebih meningkatkan keaktifan kegiatan santri, baik jamaah, puasa Senin-Kamis, pengajian kitab, kedisiplinan, kebersihan maupun selainnya.[YAT/NHM]