Tradisikan Literasi, Kelas XII Wajib Bikin Karya Tulis

Dalam mencetak santri-santrinya yang berkualitas baik dari segi spiritualitas, moralitas dan intelektualitas, Pondok Pesantren Qothrotul Falah terus berupaya meningkatkan fasilitas untuk santri dalam berkembang. Salah satunya dengan menyelenggarakan kegiatan penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI) untuk kelas akhir yakni Kelas XII SMA Qothrotul Falah. Setiap tahunnya, Kelas XII wajib mengikuti kegiatan KTI yang menjadi persyaratan kelulusan.

Dalam proses penulisan KTI, peserta KTI didampingi atau dibimbing oleh beberapa ustadzah/ustadzah yang telah ditunjuk secara khusus oleh panitia untuk memberikan arahan dan masukan dalam proses pencarian gagasan, penulisan dan hal lainnya. Para pembimbing KTI tahun pelajaran 2019-2020 adalah Hj. Dede Sa’adah, M.Pd., Andri Fauzi, S.Sos., Fitri Aryanti, S.Sos., Nining Sariningsih, Agus Faiz Awwaludin S.Pd.dan Iis Wardaniatunnisa, S.Pd.I.

Setelah melewati masa penulisan dan bimbingan KTI selama kurang lebih dua bulan, seluruh peserta KTI mengikuti kegiatan ujian atau sidang tertutup yang dilaksanakan pada Senin, 30 Maret 2020. Sidang tertutup ini merupakan proses penilaian KTI, mulai dari cara penulisan dan penguasaan materi serta argumentasi. Tujuan utamanya agar Kelas XII dapat mengetahui dan merasakan sidang skripsi saat suatu hari mereka masuk dalam dunia perkuliahan. Ustadz/ustadzah yang bertindak sebagai tim penguji sidang tertutup adalah Ahmad Thurmudzi, M.Pd, Hj. Dede Sa’adah, M.Pd, Agus Faiz Awwaludin, S.Pd, Sofyan Sadeli S.Pd.I dan Puput Nadhifah, SE.

Cahyati, S.Sos., selaku panitia KTI menjelaskan, tujuan dari rangkaian kegiatan KTI adalah untuk pengalaman dan pembelajaran yang sangat penting, juga untuk melanggengkan tradisi literasi di pesantren ini.

“Tujuan kegiatan KTI untuk kelas XII baik IPA/IPS ini adalah untuk pembelajaran buat mereka, gimana caranya nulis makalah, gimana cara bikin footnote, cara ngutip perkataan orang lain dan yang lainnya. Harapannya supaya mereka nggak terlalu kaget ketika nanti masuk ke dunia perkuliahan. Sidang KTI ini juga penting dilakukan, sebagai gambaran dan pengalaman buat mereka. Selain sidang tertutup, juga ada sidang terbuka yang dihadiri oleh seluruh santri dan dewan guru. Pengujinya juga lebih keren,” jelas sarjana sosial UIN SMH Banten ini.

Sidang Terbuka KTI diselenggarakan pada Selasa, 31 Maret 2020. Kegiatan yang dilaksanakan di Majelis Putera ini dihadiri oleh seluruh santri putera-puteri juga dewan guru. Dalam sidang tersebut hanya empat peserta terbaik yang tampil dan diujikan, yakni Alfi Hidayat (Pemuda Pelopor Perdamaian), Lely Damayanti (Interaksi Sosial dalam Pembentukan Kepribadian Muslim), Tajul Muttaqin (Beda Kepercayaan Satu Keyakinan) dan Isnaeni (Optimisme dalam Meraik Kesuksesan).

Berbeda dengan sidang tertutup, dalam sidang terbuka keempat peserta sidang mempersiapkan slide presentasi dengan cukup baik. Penguji yang dihadirkan pun tak tanggung-tanggung, ada Dr. H. Nurul H. Ma’arif, MA (Alumni S3 UIN Ciputat dan Dosen di beberapa perguruan tinggi), Dr. Muhammad Zen, MA (Da’i professional, Dosen UIN Jakarta & Alumni UIN Jakarta) dan KH. Aang Abdurrahman, M.Pd. (Kepala Sekolah SMA dan Alumni S2 Untirta).

Dipandu oleh Agus Faiz Awwaludin, kegiatan Sidang Terbuka berjalan dengan begitu baik. Para peserta masing-masing mendapatkan ilmu, masukan serta apresiasi dari masing-masing penguji. Kegiatan sidang terbuka ini tentu menjadi pengalaman yang berharga bagi para peserta.[YAT]