Santri Kembali Jalani KBM di Musim Pandemi

Setelah menjalani Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di rumah selama hampir tiga bulan akibat merebaknya wabah Covid 19, terhitung mulai 21 Juni 2020 santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten kembali menjalani KBM sebagaimana mestinya.

Mereka yang berasal dari berbagai wilayah, Jakarta, Bogor, Karawang, Palembang, Lampung, terutama Banten dan sebagainya, kembali berdatangan diantar oleh wali santrinya.

“Sesuai ketentuan yang disepakati, wali santri hanya mengantar putera-puterinya sampai pintu gerbang. Tidak diperkenankan masuk pondok,” ujar Koordinator Majelis Pembimbing Santri (MPS) Nurul H. Maarif.

Dikatakan oleh Nuru H. Maarif, sesuai keputusan pemerintah untuk pemberlakuan New Normal, maka banyak lembaga pendidikan yang kembali aktif menyelenggarakan KBM, termasuk di wilayah Lebak.

“Karena itu, kami bukan latah-latahan. Kami mempertimbangkan banyak hal dan senantiasa melihat situasi. Keputusan ini sudah melalui diskusi panjang secara internal kelembagaan dan didasarkan komunikasi dengan banyak pihak, termasuk pihak kecamatan dan kepolisian setempat,” ujarnya.

Dalam menjalani KBM di masa pandemi ini, ujar Nurul H. Maarif, pihaknya menerapkan aturan yang maksimal baik di saat kedatangan maupun selama proses KBM berjalan.

“Misalnya, mereka harus menyerahkan surat bukti sehat dari Puskesmas setempat, membawa masker minimal lima buah, membawa vitamin dan madu, juga hand sanitizer. Tidak ada ijin keluar pesantren. Selama menjalani KBM di pesantren, mereka juga harus melakukan jarak sosial, baik dalam shalat, kegiatan sekolah, dan lainnya termasuk tidur. Ini ikhtiar kita setidaknya selama masa inkubasi berakhir atau 14 hari. Semoga semua berjalan maksimal,” ujarnya.

Tiga hari di pesantren, mereka akan langsung menjalani ujian lisan yang disusul dengan ujian tulisan dan juga ujian kitab kuning. Semua sudah dipersiapkan secara maksimal oleh pihak pesantren.

Berhubung mereka sudah cukup lama di rumah, maka pesantren tidak akan mengadakan liburan kenaikan kelas. Sejak kedatangan mereka di musim pandemi ini, mereka akan terus menjalani KBM hingga dimulainya ajaran baru 2020-2021. Semua diniatkan untuk menjaga keamanan para santri.[nhm]