BLKK Qothrotul Falah Adakan Pelatihan Desain Grafis

Bekerja sama dengan Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker), Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten, kali ini mengadakan pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi khusus bidang Desain Grafis.

Setelah lama tertunda akibat Pandemi Covid 19, akhirnya kegiatan pelatihan ini kembali dilangsungkan. Untuk Angkatan III ini, kegiatan berlangsung mulai 20 Juli s.d. 18 Agustus 2020.

“al-Hamdulillah, kegiatan ini bisa dimulai lagi. Tentu kita semua memahami situasi yang ada. Pemerintah juga tentu banyak pertimbangan dan pikiran, sehingga ketertundaan kegiatan ini tidak semestinya menjadikan kita pesimis. Santai-santai saja! Yang jelas BLKK akan terus manfaat dan memberikan yang terbaik untuk banyak orang,” ujar Kepala BLKK Qothrotul Falah, Nurul H. Maarif, saat pembukaan, Senin (20 Juli 2020).

Selain Kepala BLKK, hadir juga Bendahara BLKK, Hj. Dede Saadah Syatibi, M.Pd., Sekretaris Cahyati, S.Sos, instruktur Andre Fauzi, S.Sos., dan Pengelola M. Eman Sulaiman.   

Untuk BLKK Qothrotul Falah yang berdiri pada 2019, pelatihan kali ini adalah kali ketiga. “Tahun 2019, kami menyelenggarakan dua angkatan atau dua paket dengan fokus kegiatan Computer Operator Assistant. Kali ini Desain Grafis, setelah mempertimbangkan segala sesuatunya,” jelasnya.

Berbeda dengan dua angkatan sebelumnya, kali ini peserta difokuskan untuk alumni Pondok Pesantren Qothrotul Falah, terutama lulusan 2019 dan 2020.

“Mereka ini kan baru lulus dan belum punya skill yang cukup. Di pesantren lebih banyak ngaji dan belajar pelajaran sekolah. Sementara mereka akan terjun ke masyarakat dan bertarung dengan banyak lawan yang memiliki skil memadai. Karena itu, pemilihan peserta ini ikhtiar untuk mempersiapkan alumni-alumni dalam persaingan global itu,” ujarnya lagi.

Dikatakannya, bukan berarti BLKK Qothrotul Falah menutup kesempatan untuk peserta yang di luar alumi pesantren. Semua diberikan kesempatan yang sama. “Hanya saja, karena kuotanya terbatas, maka ada prioritas yang kami kedepankan. Apalagi tanggungjawab pesantren pada alumni tentu lebih besar ketimbang pada yang lain,” katanya.

“Selain itu, dalam bahasa pesantren, ini namanya wa qaddim al-akhashsha fi al-ittishali. Intinya memberikan prioritas pada yang menjadi tanggungjawab kami langsung. Insya Allah pada pelatihan ke depan kami juga akan memberikan kesempatan pada yang non-alumni. Dua pelatihan sebelumnya bahkan dominan non-alumni,” ujarnya.

Nurul H. Maarif berharap, kegiatan ini memberikan manfaat terbaik untuk para peserta. Dan insya Allah, sesuai ketentuan yang ada, kegiatan ini akan dilaksanakan dengan maksimal dan sebaik mungkin.[AR]