Ujian Praktik, Ujian Kitab, Ujian Sekolah, Lalu Kemah

Di Tahun Pelajaran 2020-2021 ini, santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten menjalani rangkaian ujian yang cukup panjang, baik ujian praktik, ujian kitab kuning, maupun ujian sekolah atau PAS (Penilaian Akhir Sekolah).

Untuk PAS Ganjil ini, Pesantren menetapkan PAS diselenggarakan setelah liburan smester. Urutannya, rangkaian kegiatan dimulai dengan ujian praktik (bahasa, ibadah, dll) dan ujian kitab kuning yang diselenggarakan pada 18 Nov. s.d. 5 Desember 2020.

Setelah itu, santri diliburkan selama 6-19 Desember 2020. Datang ke Pesantren, pada Senin, 21 Desember 2020, mereka langsung menjalani PAS Ganjil sampai Rabu, 30 Desember 2020.

“PAS mereka untuk tahun ajaran kali ini sengaja diselenggarakan setelah libur. Ini berbeda dengan biasanya dan berbeda dengan tempat lain. Biasanya kan PAS dulu baru libur. Kami beda. Kami punya pertimbangan, diliburkan dulu itu supaya saat Peringatan Natal dan Pergantian Tahun Baru, santri ada di dalam pondok, sehingga mereka tidak keluyuran ke mana-mana,” ujar Ketua Yayasan Qothrotul Falah, KH. Abdurohman Syatibi, M.Pd.

Di masa pandemi Covid 19 ini, situasi keramaian tidak nyaman bagi kesehatan. Karena itu, apa yang dilakukan pesantren dengan mengubah waktu libur, ini juga bagian dari ikhtiar menjaga kesehatan santri.

“Ketika santri libur, yang lain kan belum libur. Kalau santri mau liburan ke tempat-tempat wisata, di sana tidak terlalu ramai dan aman bagi kesehatan. Ketika yang lain libur, santri sudah KBM kembali, sehingga mereka tidak ketemu dengan keramaian,” sambungnya.

Setelah PAS selesai diselenggarakan, mereka akan istirahat sejak lalu disambung dengan Perkemahan tahunan. Kegiatan ini sebagai ajang hiburan dan refreshing, karena akan diisi berbagai kegiatan santai seperti perlombaan, game, dan sebagainya.

Ketika mereka terlah terforsir tenaga dan pikirannya menghadapi ujian yang melelahkan, maka mereka perlu rehat sejenak dengan Perkemahan, sehingga menghadapi smester genap kelak mereka akan lebih siap dan fresh.

Semoga saja, kegiatan Perkemahan ini mampu menghadirkan kegembirasaan tersediri bagi para santri, sehingga mereka kian enjoy menjalani berbagai aktivitas yang padat di pesantren.[nhm]