Tausiah Pengasuh Iringi Pembukaan KBM

KH. Achmad Syatibi Hambali

Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten, KH. Achmad Syatibi Hambali, resmi membuka Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Tahun Pelajaran 2015-2016, Ahad (2 Agustus 2015) mala.

Bertempat di Majelis Putera Qothrotul Falah, tampak hadir Koordinator Majelis Pembimbing Santri (MPS) Nurul H. Maarif, Kepala MTs Qothrotul Falah Ahmad Turmudzi, S.Pd.I, Kepala Diniah Qothrotul Falah Sufiyan Sadeli, dan dewan guru lainnya.

Dalam sambutannya, pengasuh berharap para santri baik yang lama maupun yang baru untuk belajar mandiri dan latihan hidup apa adanya. “Menjadi santri itu apa-apa nggak enak. Makan antri, mandi antri, wudhu antri. Insya Allah jika kita sabar, maka inilah yang akan menjadi kunci keberhasilan,” katanya.  

Kiai Ibing – sapaan akrabnya – berharap, ketekunan dan kesabaran menjadi modal bagi para santri. “Tanpa keduanya, kita tidak akan meraih apa-apa dan akan menjadi orang yang kalah,” jelasnya.

Selain itu, beliau mengatakan bahwa santri adalah orang-orang yang dipilih oleh Allah menjadi yang baik. “Allah telah menakdirkan kalian menjadi orang yang baik dengan masuk pesantren, karena itu takdir ini jangan disia-siakan,” jelasnya.

Beliau berpesan, belajarlan di pondok ini dengan sungguh-sungguh. “Mulai besok, Senin, 3 Agustus 2015, kalian akan mulai belajar perdana. Yang MTs di MTs dan yang SMA di SMA. Juga diniah akan diaktifkan. Ingat, tekunlah dalam belajar dan selamat menjalani kehidupan yang baru di pesantren ini,” ujarnya.

Rapat Perdana

Sebelum dibuka secara resmi oleh pengasuh, KBM MTs dan SMA Qothrotul Falah diawali dengan rapat perdana dewan guru, yang juga dihadiri oleh Pengasuh Pesantren.

Dalam sambutannya, pengasuh pertama-tama mengabsen satu-persatu dewan guru yang hadir. “Saya belum kenal semuanya, karena itu saya ingin tahu satu persatu, apalagi kan ada guru-guru yang baru,” ujarnya.

Pengasuh berharap, guru-guru yang ada tidak mengejar materi, karena tidak akan ditemukan di pesantren ini. “Ilmu guru-guru semua terlalu rendah jika diukur materi. Insya Allah akan diberikan pahala yang selayaknya oleh Allah,” katanya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kab. Lebak ini juga berharap, jika telah bergabung dalam lembaga ini, maka dewan guru diminta tanggungjawab dan komitmennya untuk sungguh-sungguh mendidik santri yang ada.

“Saya sangat berharap tanggungjawab dan komitmen dari seluruh dewan guru. Jangan main-main karena ini menyangkut masa depan anak-anak kita. Saya juga berharap kedisiplinannya dijaga. Terlambat dua menit misalnya, kalau dikalikan puluhan anak yang belajar, maka ini menjadi sangat banyak,” jelasnya.

Pada rapat perdana ini, Kepala MTs dan SMA juga menyampaikan harapannya untuk kebaikan lembaga yang dikelolanya. Mereka juga menyampaikan beberapa perombakan penting baik terkait pergantian mata pelajaran, pergantian guru maupun pergantian struktur kepengelolaan.

Semoga saja, di bawah dua nahkoda baru ini, MTs dan SMA Qothrotul Falah kian menjadi yang terdepan dan mampu bersaing dengan lembaga-lembaga sejenis yang sudah mapan lebih dahulu.[nhm]