Beli Bakso

Ketika hari Minggu, Lisna dan juga temannya yang bernama Nina menuju ke tukang bakso.
“Mas, beli bakso dua mangkuk ya. Yang satu baksonya aja. Yang satu lagi campur ya, Mas,” kata Nina.
“Baik. Nih baksonya, Neng.”
“Makasih ya, Mas,” sahut Nina.
“Sama-sama, Neng.“
“O…Iya. Kan aku nggak bawa uang. Gi mana nih, Nina,” kata Lisna.
“Udah nggak apa-apa kok, Lis. Nanti aku yang traktir.”
“Makasih ya, Nin. Kamu emang sahabat  yang istimewa banget buat aku.”
“Makasih juga ya. Kamu udah belum makannya?”
“Aku udah dong,” sahut Lisna.
“Mas, nih berapa harganya?”
“Rp. 20 ribu doang, Neng.”
“Oh… Ok, Mas. Pas ya.”
“Iya, Neng. Makasih ya.”
“Sama-sama, Mas.”
“Lisna, kita main masak-masakan yuk,” ajak Nina.
“Ok.. Aku suka banget main masak-masakkan.”
“Sama, saya juga suka. Yuk kita main.”
“Yuk… Hore…. Kita main.”
Mereka pun sudah selesai bermainnya.
“Nin, aku pulang ya.”
“Oke... Daaaaaah.”
“Daaaah juga Nin.”
Akhirnya Lisna pun datang di rumahnya.
“Mah, tadi Lisna ditraktir sama Nina.”
“Mamah kasih tau ya, Lisna. Kalo ada yang traktir harus diganti ya sayang?”
“Ok Mah. Mana uangnya? Lisna mau anterin.”
“Nih uangnya.”
“Kok uangnya Rp. 20 ribu? Kan bayarnya Rp. 10 ribu aja permangkuknya mah,” kata Lisna.
“Udah biarin aja. Kita kan harus sedekah. Ngga boleh pelit ya,” kata Mamah Lisna.
“Ya Mah. Udah deh sini Lisna anterin.”
“Ya udah. Nih uangnya.”
“Dadaaaah, Mamah. Lisna anterin deh uangnya.”
“Nih uangnya. Udah gih sono, nanti takut Ninanya nggak ada.”
“Ya Mah.”
Akhirnya Lisna pun sudah keluar dari rumahnya.
“Nina… Nina…” kata Lisna.
“Ada apa, Lis?” sahut Nina.
“Nin, ini uangnya aku ganti,” kata Lisna.
“Oh.. Nggak usah kali Lisna. Nggak apa-apa kok.”
“Ih, kamu nggak boleh begitu. Ini ambil aja, nggak apa-apa aku juga.”
“Ya udah deh. Makasih ya,” kata Nina.
“Makasih juga atas traktirannya.”  
“Sama-sama.”
“Udah ya, aku pengen pulang. Takut dicariin Mamah.”
“Ok,” kata Nina.
Akhirnya Lisna pun pulang.
“Yah… gerimis. Aku takut pusing,” kata Lisna.
Lisna pun sampai di rumahnya.
“Mamah, Lisna sudah datang.”
“Mamah baru aja mau jemput kamu, Lis. Mama takut kamu kehujanan.”
“Ini Lisna udah kehujanan. Mamah sih, telat jemputnya.”
“Mamah kan nggak tau.”
“Iya deh, nggak apa apa.”

Cikulur, 7 Maret 2015
*Nilna D. Hanifa adalah Siswi Madrasah Diniah Takmiliayah Awwaliyah (MDTA) Qothrotul Falah dan Siswi SDN 01 Sumurbandung Cikulur Lebak Banten, usia 8 tahun.