Mondok

Oleh Nilna D. Hanifa*
 

Saat liburan SD atau Sekolah Dasar, Riska bersama keluarganya berlibur ke Jakarta selama 12 hari, untuk ke rumah Zahra. Dia saudara sepupunya. Merekapun memasuki wilayah Jakarta.

“Bun, masih lama ya sampai ke rumah Zahra? Aku pengen cepat-cepat sampai,” kata Riska.  

“Sebentar lagi, Nak,” kata Bunda.

“Eteh dari tadi nanyain mulu udah nyampe belum-udah nyampe belum. Eteh… Eteh…,” kata Pita, adiknya Riska.

“Emang gak boleh?” kata Riska yang begitu sebal.

Akhirnya merekapun tiba di rumah Zahra.

“Zahraaaaaa,” kata Riska memangil Zahra.

“Eeeeeh Ka Riska,” kata Zahra yang begitu senang.

“Kamu peringkat berapa?” kata Riska.

“Udah nanti aja ngebahas itunya. Mending sekarang masuk dulu ya,” ajak Zahra.

“Riska mau minum apa?” tanya Mamah Zahra.

“Minum air putih yang dingin aja,” jawab Riska.

“Kalo Pita mau minum apa?”

“Sama saja kayak Eteh!” kata Pita.

“Ka Arif ke mana?” tanya Mamah Zahra.

“Oh.. Ka Arif mah sama Ka Muha lagi di depan rumah,” jawab Bunda.

“Ka Arif mau minum apa Bun?” tanya Mamah Zahra.

“Teh manis aja kali.”

“Kalo Bunda?”

“Sama saja kayak Ka Arif,” jawab Bunda.

“Ok,” kata Mamah Zahra.

“Zah, main iped yuk,” ajak Riska.

“Ayuk.. Mau bangeeeet. Oh ya… Pas banget abis dicas,” kata Zahra.

“Oh ya Ka Riska, ke mana Pita?” kata Zahra.

“Lagi jajan sama ayah,” jawab Riska.

“Oh ya, Zahra kamu peringkat berapa?” tanya Riska.

“Aku sih peringkat 6,” jawab Zahra.

“Kalo Ka Riska ke berapa?”

“Juara 3.”

“Oooh…. Zah, kamu umurnya berapa?”

“9 tahun” jawab Zahra.

“Kalo Ka Riska berapa?”

“Ka Riska 11 tahun.”

“Mau mondok di mana nanti, Riska?” tanya Mamah Zahra.

“Ga tau deh,” jawab Riska.

Akhirnya sudah 12 hari. Mereka pun pulang mengendarai Sedan Honda City. Sesampainya di rumah, mereka pun berbaring karena lelah. Pita pun tidur pulas. Ayah dan Bunda memberes-bereskan barang-barang.

Sambil berbaring, Riska pun memikirkan untuk mondok di mana kelak. Akhirnya Riska pun tau, ia akan mondok di Pesantren al-Ghoofar, yang terkenal bagus. Ia pun bilang ke Bunda dan juga Ayah. Keduanya setuju.

“Siapa aja yang mau ke situ temen-temen kamu?” tanya Bunda.

“Tiara, Dinda dan Keila. Udah segitu doing,” jawab Riska.

“Bagus tuh.. Boleh juga,” kata Ayah.

“Besok pendaftarannya dibuka. Mending besok aja daftarnya,” kata Bunda.

“Setujuuuu... Yeeeeeeeee..,” teriak Riska sampai Pita bangun dari tidurnya.

Keesokan harinya mereka pun berangkat menuju pesantren. Sesampainya di pesantren, mereka pun langsung daftar.

“Sekarang pun boleh langsung mondok,” kata pengurus pesantren.

“Bunda pulang dulu ya,” kata Bunda.

“Dadaaaa Eteeeehhhh,” kata Pita, adik Riska.

Seminggu setelahnya, para santri berkemah di Bumi Perkemahan Cibadak. Ini perkemahan santri baru. Riska dkk pun membuat pensi (pentas seni) nari yang lagunya Kun Anta yang dinyanyikan Humood al-Khader. Semua kelompok terdiri 10 orang.

Kelompok 1 adalah Riska, Tiara, Keila, Dinda, Siti, Gina, Ana, Karin, Chika, dan Melodi. Yang ngajarin nari adalah Miss Laila. Mereka pun tampil di urutan yang ke 9.

Hasil pensipun dimumkan.

“Juara1 Kelompok Raissa. Juara 2 Kelompok Tati. Juara 3 Kelompok Riska,” kata Bu Anita.

“Yeeeeee kita dapat juara ke 3,” kata Riska dkk.

Enam bulan berikutnya, mereka menerima pembagian raport. Juara10 adalah Siti.  Juara 9 adalah Karin. Juara 8 adalah Indi. Juara 7 adalah Keila. Juara 6 adalah Hasan. Juara 5 adalah Dito. Juara 4 adalah Dinda. Juara 3 adalah Fadil. Juara 2 adalah Tiara. Dan Juara 1 adalah Riska. Usai pembagian raport, Riska riang gembira. al-Hamdullilah akhirnya semua siswa-siswi pun boleh pulang untuk liburan.

Riska dan teman-teman lainnya dijemput oleh orang tuanya. Sesampainya di rumah, Riska bilang; “Bun, al-hamdlillah Eteh Juara 1. Kalo Juara 2 itu Tiara dan Juara 3 Fadil.”

“Wah anak Bunda hebat,” kata Bunda.

“Bun, kalo Adek juara ke berapa?” tanya Riska.

“Adik mah nggak pakai juara,” jawabnya.   

“Ooooh… Eteh ke kamar dulu ya,” kata Riska.

“Siap!” kata Bunda.

“O, iya, ayah ke mana?” tanya Riska dalam hati sambil mencari-cari ayahnya.

“Eteh lagi nyari siapa?” tanya Bunda.

“Lagi nyari ayah,” kata Riska.

“Ayah kan lagi ngajar di IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Serang.”

“O.. iya ya, Eteh lupa. He..he.. he..”[]

Cikulur, 25 Desember 2015
*Nilna D. Hanifa adalah Siswi Madrasah Diniah Takmiliyah Awwaliyah (MDTA) Qothrotul Falah dan Siswi Kelas IV SDN 01 Sumurbandung Cikulur Lebak Banten.