Konsultasi Maya: Solusi Problem Keagamaan dan Sosial-Kemasyarakatan

al-Hamdulillah, impian lama Pondok Pesantren Qothrotul Falah untuk menerbitkan buku karya Pengasuh, KH. Achmad Syatibi Hambali telah terwujud pada Maret 2013 ini. Buku berjudul Konsultasi Maya: 40 Tanya Jawab Agama ini diterbitkan oleh Pustaka Qi Falah – sayap dakwah Pondok Pesantren Qothrotul Falah yang menitikberatkan misinya di bidang penerbitan.

Buku setebal 226 halaman ini berasal dari hasil tanya jawab agama dan sosial-kemasyarakatan di www.qothrotulfalah.com di kanal Konsultasi Agama, yang dibina oleh Kiai Ibing – sapaan akrab KH. Achmad Syatibi Hambali – selama kurun waktu 2011-2012.

“Benar, ini kumpulan konsultasi selama setahun yang terjadi di ruang maya, antara pengasuh dengan ribuan pembaca di berbagai wilayah negeri ini. Ada dari Riau, Medan, Magelang, Kalimantan, Pekan Baru, Lampung, Makassar dan sebagainya,” jelas Ustadz Ahmad Turmudzi, tim penerbitan dari Pustaka Qi Falah.

Di dalamnya berisi 40 tanya jawab soal agama-sosial. Ada tentang puasa, zakat, tauhid, fikih, bahkan tawuran dan sebagainya. Insya Allah, dengan dikemas ringan baik secara bahasa maupun referensi, karya perdana Kiai Ibing ini akan mudah dicerna oleh pembaca dari berbagai lapisan.

Dikatakan UT – sapaan akrab Ahmad Turmudzi – penerbitan ini diniatkan (hanya) untuk menyebarkan kemanfaatan dan kemaslahatan bagi khalayak ramai, khususnya tentang problematika agama dan kemasyarakatan.

“Harapannya juga, semoga Pustaka Qi Falah bisa menjadi corong gerakan intelektualisme dan sayap dakwah Pondok Pesantren Qothrotul Falah. Tentu saja hal ini tidak mudah diwujudkan. Namun al-hamdulillah, berkat dukungan dan doa semua pihak, semua bisa berjalan lancar,” ujar Direktur LPK Qothrotul Falah ini.

Untuk edisi perdana ini, jelas UT, Pustaka Qi Falah hanya menerbitkan 1000 eksemplar. “Mudah-mudahan yang 1000 ini bisa bermanfaat bagi masyarakat. Jika respon masyarakat cukup baik, insya Allah akan kita terbitkan untuk edisi keduanya, dengan perwajahan yang lebih menarik tentunya,” jelas UT.

Melihat penerbitan perdana ini, penulis buku tampak gembira. “al-Hamdulillah bisa terbit juga. Semoga manfaat,” ujar Kiai Ibing. “al-Hamdulillah ya, pesantren kita punya karya buku. Nggak gampang lho menerbitkan buku dan jarang pesantren yang melakukannya,” timpal Kanda Domang.[nhm]