Sukses dan Gagal

Semua orang yang sukses niscaya melewati yang namanya sebuah kegagalan.  Sebagai contoh, bayi yang baru belajar jalanpun saja harus melewati kegagalan berupa jatuh lagi-jatuh lagi saat belajar berjalan. Meskipun kadang luka atau benjol di kepala bayi tersebut, namun Allah memberikan semangat kepada setiap bayi  --meskipun jatuh terus-- mereka tetap pantang menyerah untuk bangun dan akhirnya bayi itu dapat berjalan dengan lancar bahkan bisa berlari kencang. Demikian halnya orang yang sedang belajar naik sepeda/sepeda motor, sebelum lancar mengendarai kendaraan tersebut pasti mereka pernah mengalami jatuh dari kendaraan itu kemudian lambat laun menjadi mahir mengendarakannya.

Dari dua contoh tersebut jelas bagi kita bahwa contoh pertama sebetulnya mengingatkan kita sebagai manusia sejak kecil kita sudah memiliki mental untuk sukses  yang melewati yang namanya kegagalan/jatuh saat belajar berjalan pantang menyerah dari sebuah kegagalan. Contoh kedua sebelum kita mahir mengendarakan motor/sepeda kita pasti merasakan kegagalan/jatuh dari kendaraan. Sebab, ada pepatah mengatakan, kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda.

Sebenarnya kegagalan dan kesuksesan hanyalah sebuah pilihan dan hanya kitalah yang dapat memilih. Apakah kita mau sukses atau kita ingin menikmati kegagalan. “Sungguh telah sukses orang yang menyucikan jiwanya, dan sungguh merugi (gagal) orang yang mengotorinya.” (QS. Asy-Sams [91]: 9-10).

Semua pilihan itu ada dalam diri kita, mau sukses atau gagal? Yang jelas, sukses perlu adanya proses saat setiap orang menggapai sebuah kesuksesan. Contoh lain juga dapat kita amati. Sebut saja pemain sirkus sepeda yang berjalan di atas tali. Sebelum mahir mengendarai sepeda tersebut, pemain sirkus itu harus rajin berlatih walaupun kadang harus jatuh dari tali yang tinggi saat latihan, namun karena kegigihan dan keuletannya bisa memperoleh apa yang diharapkan.

Kisah yang tidak asing bagi para santri yaitu kita diingatkan dengan kisah bagaimana Ibnu Hajar belajar ilmu berpuluh-puluh tahun namun tidak juga mendapatkan hasil ilmu yang diharapkan. Akhirnya Ibnu Hajar marah dan frustasi berlari menuju goa dan ia mendapatkan inspirasi dari batu dan air. Ternyata air cuma benda cair saja dapat melobangi/menghancurkan batu benda padat/keras. Ibnu Hajar mendapatkan hikmah ternyata kalau mau sukses butuh kegigihan dan kerja keras seperti; sungguh-sungguh, tekun, sabar dan rajin; sama halnya ibarat air dan batu, karena air terus menerus menetesi batu lambat laun batu itu menjadi bolong. Inspirasi tersebut ternyata dibuktikan benar oleh Ibnu Hajar dalam memperoleh ilmu yang diharapkan, kemudian beliau terkenal sebagai ulama ternama.

Namun, kebanyakan orang pasrah dan menyerah saat melewati sebuah kegagalan. Hal ini senada dengan ungkapan Thomas Alpa Edishon: “Kebanyakan orang gagal adalah orang yang tidak menyadari betapa dekatnya mereka ke titik sukses saat mereka Memutuskan untuk menyerah.”

Orang Sukses Melewati Kegagalan

John F Kennedy menjelaskan; "Hanya orang yang berani gagal total, akan meraih keberhasilan/kesuksesan total." Apa itu kesuksesan? Secara sederhana, sukses adalah pencapaian suatu target atau cita-cita. Berbeda dalam pandangan Islam, sukses adalah bisnis yang membawa keuntungan pada pelakunya dalam dua fase kehidupan manusia yang fana dan terbatas (dunia) dan yang abadi dan tak terbatas (akhirat).

Albert Einstein pernah menyatakan, sebenarnya orang sukses merasakan dan melewati kegagalan. Pertanyaannya kemudian, apakah kita ingin sukses? Jawabannya tentu semua ada dalam diri kita masing-masing. Pada dasarnya semua orang ingin sukses. Kesuksesan dapat diraih tergantung usaha, tekad, dan komitmen setiap individu. Kata orang bijak: “Kalau kita mau sukses, belajarlah dengan orang sukses”. Dalam tulisan ini akan diuraikan bagaimana perjalanan beberapa tokoh pengusaha ternyata mereka sukses berawal dari kegagalan atau dari nol (from zero to hero).

Pertama; Bob Sadino adalah salah satu sosok pengusaha sukses yang memulai usahanya benar-benar dari bawah dan bukan berasal dari keluarga wirausaha. Bob berwirausaha karena “kepepet”, sebelumnya Bob bekerja apa saja mulai dari sopir taksi, kemudian kuli bangunan dengan upah Rp 100 perhari.

Pada awalnya Bob memulai usaha sebagai peternak ayam. Bob menjual telor beberapa kilogram per haribersama istrinya. Dalam satu setengah tahun, dia sudah banyak relasi karena menjaga kualitas dagangan. Dengan kemampuannya berbahasa asing, ia berhasil mendapatkan pelanggan orang-orang asing yang banyak tinggal di kawasan Kemang. Usaha Bob pun berkembang menjadi supermarket “Kem Chicks”, kemudian dia pun juga menjual garam, merica, sehingga menjadi makanan. Om Bob pun akhirnya merambah ke agribisnis khususnya holtikultura, mengelola kebun-kebun yang banyak berisi sayur mayur sistem hidroponik konsumsi orang-orang Jepang dan Eropa. Dia juga menjalin kerjasama dengan para petani di beberapa daerah.

Kedua, Hengky Eko Sriyantono atau dikenal Cak Eko. Selepas kuliah Cak Eko mencoba bisnis jual beli handphone bekas. Usaha ini gagal. Awal tahun 2003 ia juga sempat membuka bisnis catering yang juga akhirnya gagal. Keberuntungan justru Cak Eko dapatkan saat ia mencoba usaha bakso. Pada awalnya pihak keluarga tidak setuju. Karena jaman dulu berjualan bakso identik dengan mendorong gerobak dan itu yang membuat mereka malu. Terbukti, kini ia sukses mengusung brand Bakso Malang Kota “Cak Eko” yang merambah di 28 kota dengan memiliki 106 gerai. Sebanyak 103 cabang dikelola dengan sistem waralaba.  

Ketiga; Matsushita. Bicara kegagalan, rasanya kita perlu bercermin pada sosok pebisnis dunia asal negara Sakura, Matsushita Konosuke. Matsushita, ketika itu memilih keluar dari pekerjaannya meski memiliki posisi dan fasilitas yang tergolong mapan. Ia mencoba membuka perusahaan sendiri. Modal hampir habis, tapi bisnisnya belum juga menunjukkan titik terang. Tidak disangka beberapa tahun berikutnya pesanan tatakan kipas angin mengalir tanpa henti. Omzet yang diraih pun terus membesar.  Hingga kemudian Matsushita beroleh julukan sebagai Raja Elektrik Jepang.

Rahasia Sukses Wirausaha
Banyak rahasia sukses yang dilakukan oleh pebisnis, di antaranya Rasulullah Saw. Dalam buku Afzalurrahman, ”Muhammad as Trader” dijelaskan reputasi Nabi dalam dunia bisnis dikenal sebagai orang sukses. Adapun rahasia keberhasilan wirausaha Rasul adalah jujur dan adil dalam mengadakan hubungan dagang dengan para pelanggan. (Afzalurrahman, 1997: 26). Nabi Muhammad percaya bahwa kalau ia jujur, setia dan profesional, maka orang kaya akan mempercayainya. Inilah dasar kepribadian dan etika wirausaha yang diletakkan oleh Rasulullah kepada umatnya dan umat manusia di seantero jagat.

Rahasia yang lainnya juga dapat kita jumpai dari pengalaman Pak Purdie. Purdie E Chandra terkenal salah satunya lewat lembaga bimbingan belajar Primagama. Kini Primagama menjadi lembaga bimbingan belajar terbesar di Indonesia. Selain itu, beliau juga mendirikan Entrepreneur University, sebuah lembaga yang bertugas menyebar virus kewirausahaan kepada berbagai kalangan. Beliau mengatakan bahwa modal utama untuk memulai bisnis bukan uang, tapi KEBERANIAN dan KEYAKINAN.

Purdi punya resep manjur bagi yang ingin berwirausaha, yaitu BODOL, BOTOL dan BOBOL. BODOL yaitu Berani, Optimis, Duit, Orang Lain. Dalam bisnis diperlukan keberanian dan rasa optimis. Jika tidak punya uang tidak ada salahnya pinjam duit orang lain. Pasti ada orang yang mau membiayai bisnis yang akan kita jalankan jika memang prospektif. BOTOL yaitu Berani, Optimis, Tenaga, Orang Lain. Kalau kita punya duit dan modal tapi tidak ahli di bidang bisnis, kita dapat gunakan jurus BOTOL. Atau dengan kata lain, jika kita punya modal, kenapa tidak kita serahkan pada yang ahli di bidangnya sehingga bisnis tetap berjalan. Terakhir BOBOL yaitu Berani, Optimis, Bisnis, Orang Lain. Ini dikeluarkan jika ide bisnis pun tak ada, maka kita bisa meniru bisnis orang lain tambah Purdie. Ibaratnya, bisnis adalah seperti masuk ke kamar mandi yaitu dengan tidak banyak berpikir. Jika di kamar mandi airnya kurang hangat, semua bisa diatur hingga sesuai dengan keinginan kita.

Penutup
Sukses hanyalah pijakan terakhir dari tangga kegagalan. Orang sukses pasti akan melewati adanya kegagalan. Kisah hidup pengusaha sukses tersebut sebenarnya dapat menjadi sumber inspirasi hidup kita bagaimana mencapai kesuksesan. Di antaranya kalau kita ingin sukses dalam bisnis dapat menerapkan konsep jujur atau adil, dan bisa juga dengan konsep: BODOL, BOTOL, dan BOBOL. Selamat mencoba!

DAFTAR PUSTAKA
•    Muhammad Zen dkk, Zakat dan Wirausaha, (Jakarta: CED, 2005)
•    Muhammad Zen, Modul Kuliah Kewirausahaan, FSH UIN Jakarta, 2011
•    Bobbi DePorter & Mike Hernacki (BDM), Quantum Business; Membiasakan Berbisnis secara Etis dan Sehat, Penerbit Kaifa: Bandung, 1999
•    Thoby Mutis, Kewirausahaan yang Berproses, (1995) Grasindo, Jakarta
•    Purdi E Chandra, “Seri Entrepreneurship: TRIK BISNIS MENUJU SUKSES,” Editor Joko Indro Cahyono; Grafika Indah, Mei 2004
•    Afzalurrahman, Muhammad as Tradder, 2005
•    Robert Argene, Strategi Menjadi Wiraswasta Handal, (2003), penerbit Restu  Agung, Jakarta