Kantin

Jajan Harus di Pesantren

Pondok Pesantren Qothrotul Falah telah resmi menjadi boarding school, sejak tiga tahunan silam. Seluruh santri wajib tinggal di asrama yang telah disediakan yayasan. Tidak ada lagi santri “dugdag” atau “kalong”, alias pulang pergi. Segala aktivitas juga diselenggarakan di dalamnya.

Makan dijalani di asrama, secara berjamaah, sesuai jadual yang ditentukan pengelola. Niatannya supaya para santri bisa merasakan makan ala kadarnya secara bersama-sama. Termasuk dalam hal jajan makanan ringan, mereka juga harus menjalaninya di dalam asrama, karena lembaga menyediakannya melalui kantin.

Di dalamnya, disediakan makanan-makanan ringan semisal roti, kue, kerupuk, dan sebagainya. Es dari segala rupanya juga disediakan. Lagi-lagi, niatannya supaya santri tidak perlu keluar asrama hanya untuk menyenangkan perutnya.

Selain makanan ringan, di kantin ini juga disediakan berbagai kebutuhan santri yang sifatnya non-makanan, semisal sabun, sampo, odol, buku, pulpen, minyak wangi, ember, piring, dan masih banyak lagi. Dengan demikian, santri termanjakan untuk berbelanja dan tidak memerlukan tenaga apalagi uang ekstra sebagai ongkosnya.

Untuk petugas yang melayaninya, pengelola meminta tenaga para alumni sendiri, dengan gaji tetap setiap bulannya. Semoga saja, kantin ini bisa menjadi jembatan penguhubung bagi kebaikan aktivitas santri dan pesantren.[enha]