Mencari Ilmu Tidak Ada Cukupnya

BAGIKAN:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Usai menjalani pasaran kitab kuning selama 20 hari puasa, santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur resmi dipulangkan terhitung Ahad, 1 Mei s.d. 21 Mei 2021. Sebelum perpulangan, mereka juga menjalani berbagai kegiatan penutup.

Misalnya, di sore harinya, Sabtu, 30 April 2021, mereka mengadakan khataman Alquran yang dipimpin oleh Ustadz Subandi. Lalu dilanjut dengan buka puasa bersama di lapangan upacara.

Malamnya, seperti biasa, mereka menjalani tarawih. Lalu disambung dengan seremorinal penutupan. Pada seremonial ini, santri dites untuk “nyurah” atau membaca kitab kuning yang dipasarkan. Masing-masing kelas diwakili oleh dua orang dan disimak oleh para guru.

Selain itu, juga ada tausiah dari Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah KH. Ahmad Syatibi Hambali yang banyak memberikan nasihat pada santri saat di rumah nantii dan Koordinator Majelis Pembimbing Santri (MPS) H. Nurul H. Maarif yang lebih menekankan tausiah pada kandungan Alquran dan pembentukan moral Qurani.

Dalam tausiahnya, Pengasuh Pesantren menyatakan bahwa hanya sementara santri diistirahatkan belajarnya, bukan berhenti belajar. “Bukan berhenti, tapi istirahat. Nyari ilmu nggak ada batasan waktu. Sampai tua terus aja,” ujarnya.

Rais Syuriah PCNU Kab. Lebak ini mengingatkan, mencari ilmu di saat muda dan di saat tua itu berbeda. Saat masih muda semua masih lebih mudah. “Dan mencari ilmu itu tidak ada istilah berhenti atau cukup. Semakin ke sana semakin terasa kekurangannya. Orang normal gak ada yang merasa cukup dengan ilmu,” katanya.

Santri juga diharapkan senantiasa memberikan yang terbaik untuk pondok sebagai almamater. “Kita semua berkewajiban termasuk para santrinya. Kita harus juga jaga kebersihan. Alhamdulillah kalau pagi anak-anak puteri ikutan mendorong-dorong gerobak. Terima kasih banyak,” katanya.

Terkait akhlak, Pengasuh berpesan supaya santri menjaga akhlaknya baik di pondok maupun di rumah. “Sebelum jadi santri kita melawan orang tua, sekarang nggak boleh. Setelah nyantri kita harus tahu bagaimana beradab pada orang tua, pada senior, pada adik,” nasihatnya.

Sebagai wasiat akhir, Pengasuh berharap walaupun di rumah sudah tidak ada lagi pengajian kitab, namun shalat berjamaah harus tetap dilakukan. “Jangan ditinggalin itu shalat jamaah. Di pondok atau tidak ya tetap jamaah. Setiap hari dan setiap saat. Tadarus Alquran juga terus saja,” katanya.

Pada Ahad pagi, 3 Mei 2021, seluruh santri lantas dijemput oleh orang tuanya. Dan tidak ada lagi kegiatan pondok apapun. “Semua santri pulang dan tidak ada kegiatan apapun atas nama pondok,” ujar Bunda Saadah.[nhm]

Pondok Pesantren Qothrotul Falah

Alamat:
Jl. Sampay-Cileles Km. 5
Ds. Sumurbandung Kec. Cikulur Kab. Lebak
Provinsi Banten (43256)

E-mail :
info@qothrotulfalah.com

Developed by