Setelah melalui proses cukup panjang, M. Afrizal Maulana (Lebak Banten) dan Lidia May Adiastan (Solo Jateng) terpilih sebagai Ketua Putera-Puteri Organisasi Pelajar Pesantren Qothrotul Falah (OPPQ) Periode 2024-2025.
Setelah melalui seleksi berkas, hafalan-hafalan, mereka beradu argumen dalam Debat Kandidat Ketua OPPQ, lalu proses pencoblosan pada Jum’at, 7 Maret 2024.
Afrizal berhasil menyingkirkan pesaingnya, M. Muflih Muzakki (Kab. Tangerang Banten) dan Rijalul Fikri (Cijaku Lebak Banten). Sedangkan Lidia menyingkirkan Mamay Maya (Lebak Banten).
Usai resmi memenangkan kontestasi Ketua OPPQ 2024-2025, keduanya dan jajaran pengurus baru dilantik pada Sabtu malam, 16 Maret 2024, di GOR Qothrotul Falah. Ustadz Imam Tauhid dan Ustadzah Puput Nadipah, S.E. didaulat sebagai Pembina OPPQ Putera dan Puteri.
Pada pelantikan ini, hadir Ketua YPI Qothrotul Falah KH. Abdurohman Syatibi, M.Pd., Kepala SMA Qothrotul Falah H. Nurul H. Maarif, Kepala Madrasah Diniyah Qothrotul Falah M. Yusuf al Hafidh, dewan guru dan para santri.
Dalam arahannya, Ketua YPI Qothrotul Falah KH. Abdurohman Syatibi menyampaikan, jangan sampai OPPQ hanya seremonial saja.
“Jangan hanya bajunya baru. Kerudungnya baru. Tapi out putya hanya itu-itu saja. Tapi kemampuannya tidak mencapai target,” ujarnya.
Karena itu, beliau berharap, siapapun yang menjadi pengurus, maka sudah semestinya mencapai target sesuai yang dipersyaratkan.
“Dilantik itu iya pasti. Tapi target kemampuan tercapai tidak?” tanyanya.
Putera Pertama Pengasuh ini berharap pada pengurus baru untuk memberikan kontribusi untuk Pesantren dan menunjukkan akhlak yang baik.
“Supaya kalian nanti namanya ditulis baik. Dan kalian harus menjadi teladan bagi adik-adiknya,” katanya.
Beliau juga menyatakan, kakak kelas tidak boleh melakukan perundungan atau bullying pada adik-adiknya.
“Saya berharap tidak ada bullying di pesantren ini. Kita harus menjaga supaya santri-santri nyaman dan aman. Semua, baik guru maupun pengurus, tolong saling menjaga dan saling memberikan nasihat dan teladan,” harapnya.
“Selamat untuk pengurus baru dan semoga kepengurusan kalian husnul khatimah,” katanya berharap.
Usai arahan Ketua Yayasan, SK Pengurus OPPQ 2024-2025 dibacakan oleh Ustadz Andri Fauzi, S.Sos. dan Pelantikan dan pembacaan janji pengurus dilakukan oleh Ustadz Agus Faiz Awaluddin. Lalu mereka diberi ucapan selamat oleh para guru.
Dan nasihat inti disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah, KH. Ahmad Syatibi Hambali. Beliau menyampaikan terima kasih pada pengurus lama.
“Semoga dengan pengurus baru, pesantren ini lebih baik lagi,” ujarnya.
Pengurus yang baru, katanya, harus bisa melihat mana program yang baik mana yang tidak baik.
“Yang baik mudah-mudahan bisa diteruskan. Yang kurang baik mudah-mudahan bisa diperbaiki,” katanya.
Apa yang diadakan di pesantren, ujar Ketua MUI Lebak dua periode ini, adalah untuk pembelajaran.
“Belajar itu bukan hanya ngaji dan sekolah. Dalam kepengurusan juga banyak pelajaran, karena ke depan kita akan bermasyarakat dan bersama dengan mereka,” katanya.
“Ini keuntungan buat kalian, buat hanya buat pondok,” imbuhnya.
Karena itu, katanya, pengurus tidak boleh hanya berorientasi sebagai pengurus saja.
“Tapi harus menjadi pengurus yang baik. Adik-adik santri merasa tenteram dan tenang di pondok ini,” katanya.
Beliau juga berharap tidak ada kekerasan di pondok ini, baik yang dilakukan oleh pengurus atau siapapun.
“Hukuman itu harus ada bagi yang melanggar, tapi harus disesuaikan dan bukan kekerasan. Pengurus juga harus mendapat hukuman jika melanggar,” katanya.
Selain itu, beliau juga berharap, pengurus yang lama tetap mensupport pengurus yang baru.
“Semua harus tetap menjalankan kegiatan sebagaimana mestinya. Pengurus lama tidak boleh bebas dan semaunya. Para ustadz-ustadzah tolong bantu kontrol mereka,” pintanya.
Semoga saja, kepengurusan kali ini memberikan kontribusi terbaik untuk Pesantren ini.[]


