Santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten baik yang lama maupun yang baru, telah datang seluruhnya, pada 15 s.d. 17 Juli 2024. Mereka datang dari berbagai daerah, baik Propinsi Banten maupun luar Banten.
Di hari pertama kedatangan santri, mereka mendapatkan arahan dari Ketua Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Qothrotul Falah, KH. Abdurohman Syatibi, M.Pd.
Dalam arahannya, Ketua Yayasan menyampaikan bahwa kebaikan yang akan dilakukan esok hari harus mulai disiapkan.
“Kalian datang ke sini untuk melakukan hal-hal yang baik. Maka harus diniatkan dengan sungguh-sungguh. Tanpa niat, maka kebaikan kita tidak sah,” ujar Putera Pertama Pengasuh yang baru datang sehari di Tanah Air usai menunaikan ibadah haji ini.
Beliau lalu berpesan, hendaknya semua santtri meniatkan diri untuk mencari ilmu, bukan mencari yang lainnya.
“Insya Allah keberkahan akan didapatkan. Kalau gak ada niat mencari ilmu, maka sulit akan mendapatkan keberkahan,” ujarnya.
Menurutnya, ada tiga ciri khas santri. Pertama, santri harus melebihi. Kedua, santri harus bisa mentaati. Ketiga, santri tidak menyalah-nyalahkan.
“Santri harus niat bisa melebihi gurunya. Nyari ilmu sebanyak-banyaknya. Mampu melebihi ilmu gurunya itu yang hebat. Banyak ulama dulu lebih masyhur dari gurunya. Mbah Kholil punya murid Mbah Hasyim Asyari misalnya,” jelasnya.
“Kalau banyak ilmunya, murid akan mengharumkan nama gurunya,” imbuhnya.
“Kalau tidak bisa melebihi ya minimal taat pada gurunya, baik fatwa maupun nasihatnya,” ujarnya.
Kalau tidak mampu menjalani dua hal itu, maka setidaknya santri tidak suka menyalah-nyalahkan.
“Jangan sampai menyalahkan diri. Menyesal mondok di pesantren. Menyesali kedatangannya. Ini karena paksaan dan sebagainya. Jangan seperti itu,” terangnya.
“Makanya niatkan diri ke pondok ini dengan tulus dan ikhlas hanya untuk mencari ilmu dan mencari ridho Allah Swt,” katanya lagi.
Usai arahan Ketua Yayasan, para santri menyaksikan shalawatan yang diiringi oleh rebana, sebagai hiburan batin terutama bagi santri baru yang tengah berjauhan dengan orang tuanya.[]


