Seperti biasanya, Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak diperingati secara sederhana dan khidmat.
Bertempat di GOR Qothrotul Falah Cikulur Lebak Bangen, kegiatan tahunan yang dilaksanakan pada Ahad, 6 September 2026, pagi ini dihadiri oleh Ketua Yayasan, Pengasuh, Kepala-kepala sekolah, para guru, santri dan dhuafa juga yatim.
Pada Maulid Nabi Muhammad SAW kali ini, kegiatan yang diselenggarakan adalah Mujahadah Syadziliah, Mahalul Qiyam, Tausiah Pengasuh dan yang terpenting adalah santunan 110 yatim, 60 guru ngaji, 40 fuqara dan 15 janda jompo.
Dalam sambutannya, Ketua YPI Qothrotul Falah KH. Abdurohman Syatibi, M.Pd. menyampaikan rasa syukurnya atas kelahiran Kanjeng Nabi Muhammad SAW.
“Penyelenggaraan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kita tidak sama dengan masyarakat. Kita mengadakannya sederhana dan yang penting sesuai syarat,” ujarnya.
Dikatakannya, secara rutin Peringatan Maulid yang diselenggarakannya lebih menitikberatkan pada kepedulian sosial pada masyarakat yang membutuhkan.
“Kami memberikan santunan untuk 110 anak yatim. Ada uang saku Rp. 200 ribu, bingkisan, makan dan snack. Juga kita berikan sembako, makan dan uang untuk 60 guru ngaji, 40 fuqara dan 15 janda jompo,” katanya.
Karena itu, ujarnya, pihaknya menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya pada semua pihak atas terlaksananya kegiatan ini.
“Para donatur, kami sampaikan terima kasih. Juga para panitia yang sudah berjuang menyukseskan kegiatan ini,” katanya.
Dalam tausiyahnya, Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah KH. Ahmad Syatibi Hambali juga menyampaikan kegiatan maulid ini berbeda dengan umumnya.
“Masyarakat biasanya mengundang qori dan penceramah nasional. Biayanya banyak. Di sini hanya ala kadarnya santunan yatim. Kami ingin berbagi rasa,” jelasnya.
Rais Syuriah PWNU Banten ini lalu menyampaikan pentingnya berbagi rasa pada mereka yang membutuhkan atau kalangan fuqara, khususnya yatim.
“Ana wa kafilul yatim fil jannah. Ini kata Nabi Muhammad SAW. Aku dan orang yang menanggung anak yatim itu di surga. Dan ibu-ibu termasuk yang ngurus anak yatim. Ibu-ibu harus ridho. Ini bagian dari qadha qadar. Anak yatim ini titipan Allah SWT bukan titipan bapaknya,” jelasnya.
Setelah tausiah, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian uang saku, makan, sembako, dan bingkisan untuk penerima manfaaf.[]


